oleh

Kualifikasi CPNS 2019 Kurang Tertangkap Kampus di Madura

Kabarmadura.id-Empat kabupaten di Madura dipastikan telah membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) mulai 11 November 2019. Namun dari kuotanya, sebagian besar belum memenuhi kebutuhan PNS yang selama ini ditunggu.

Bahkan, terdapat formasi yang sebagian besar tidak bisa diisi lulusan dari kampus di kota itu sendiri, seperti formasi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) yang banyak dibutuhkan setiap kabupaten di Madura.

Lulusan Pamekasan Langsung Terdiskualifikasi

PAMEKASAN-Setelah lama menjadi bahan perbincangan, akhirnya rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 di Kabupaten Pamekasan resmi dibuka.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan, terdapat 450 formasi CPNS. Namun dari ratusan formasi tahun ini, mayoritas dibutuhkan tenaga pendidik.

Yakni, 269 formasi tenaga pendidikan, 61 formasi tenaga kesehatan dan 120 formasi tenaga teknis. Sedangkan untuk jumlah formasi khusus disabilitas sebanyak 2 persen dari total formasi yakni sebanyak 8 formasi.

Dari 269 formasi tenaga pendidikan, 287 di antaranya untuk kualifikasi pendidikan guru sekolah dasar (PGSD).

Sayangnya, formasi PGSD dipastikan tidak akan diisi oleh sarjana lulusan kampus-kampus di Pamekasan. Mengingat untuk formasi tersebut, kampus-kampus di Pamekasan dipastikan minim yang membuka program studi PGSD.

“Sangat disayangkan jika merujuk pada Kota Pamekasan yang sempat dicanangkan sebagai Kota Pendidikan. Melihat kualifikasi lulusan dalam rekrutmen CPNS dalam beberapa tahun ini, sangat penting ada kampus di Pamekasan yang perlu memfasilitasi adanya prodi PGSD,”  ungkap Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno.

Dijelaskan Harun, jika menilik jumlah sekolah dasar di Pameaksan, perhatian untuk memfasilitasi calon mahasiswa jurusan PGSD nyatanya sangat penting, utamanya dalam upaya membantu meningkatkan kualitas pendidik di tingkat SD.

Berdasar data satuan pendidikan, di Pamekasan terdapat sebanyak 472 SD. Jika dikalikan jumlah rombongan belajar, tentunya dibutuhkan sebanyak 2.832 guru. Jika menilik jumlah sekolah, terlepas apakah ada sekolah yang perlu diregrouping, kebutuhannya sangat banyak.

“Tetapi dengan keberadaan prodi PGSD di kampus-kampus di Pamekasan, akan membantu dalam proses penyetaraan kualitas tenaga pendidik di SD-SD Pamekasan,” ulas Harun.

Di Pamekasan, sekolah tingkat dasar terdiri dari SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).  Dari kedua jenis lembaga pendidikan tersebut, jumlahnya sebanyak 793 unit. Rinciannya,  SD sebanyak 472 lembaga dan  MI 321 lembaga. Sementara  jumlah lembaga pendidikan dasar yang berstatus negeri untuk SD sebanyak 413 dan MI 2 lembaga.

“Khusus pelamar cumlaude sesuai kebijakan, kami menyediakan 3 formasi,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Data BKPSDM, Suharto, Senin (11/11).

Menurutnya, kriteria pelamar formasi khusus cumlaude merupakan pelamar lulusan terbaik dengan pujian dari perguruan tinggi yang terakreditasi A atau unggul dan program studi terakreditasi A atau unggul pada saat lulus.

“Tentu sesuai dengan tanggal yang tertulis pada ijazah. Bagi pendaftar khusus cumlaude ini juga dibuktikan dengan keterangan lulus cumlaude dengan pujian pada ijazah atau transkip nilai,” ucapnya.

Sedangkan khusus kriteria pelamar formasi khusus disabilitas merupakan pelamar yang menyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus dengan kriteria mampu melakukan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran dan berdiskusi.

Lebih lanjut Suharto menjelaskan, bagi pelamar formasi jabatan guru yang memiliki sertifikasi pendidik sesuai dengan jabatan guru yang dilamar (linier), atau dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama atau Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan diberikan nilai maksimal SKB.

“Kalau pelamar dari lulusan perguruan tinggi luar negeri boleh mendaftar, tapi setelah memperoleh penyetaraan ijazah dari Kementerian yang menyelenggarakaan urusan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi,” jelasnya. (ito/pin/bri/waw)

 

Jatah Waktu Pendaftaran Kian Pendek

BANGKALAN-Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) telah dibuka mulai kemarin, Senin (11/10). Peserta CPNS diberikan jatah waktu selama 2 pekan untuk mendaftar. Waktu tersebut, mulai tanggal 11 November hingga 24 November saja.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pendaftaran CPNS diberikan waktu selama hampir 20 hari.

Menurut Ketua Panitia Seleksi CPNS Setidjabudhi mengatakan, jadwal ini sudah ditentukan langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Sehingga, mau tidak mau kita harus mentaati jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya, Senin (11/11).

Pria yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan ini menerangkan, untuk CPNS tahun ini cukup berbeda dibandingkan dengan tahun berikutnya. Pasalnya, Budhi (sapaan akrabnya) mengatakan, bahwa khusus Bangkalan tidak ada persyaratan khusus.

“Khusus Bangkalan tidak ada persyaratan khusus seperti TOEFL. Sebab, ditakutkan nanti masyarakat Bangkalan tidak ada yang daftar. Karena kita ini masuk daerah tertinggal,” terangnya.

Budhi menjelaskan, bahwa hanya ada syarat tambahan untuk kualifikasi CPNS bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

Di mana syarat tambahan tersebut yakni untuk tenaga pendidik atau formasi guru jika memiliki sertifikat pendidik (serdik) dan untuk tenaga kesehatan memiliki Sertifikat Tanda Registrasi (STR) akan diberikan nilai maksimal ketika Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

“Jika aturan dari pusat seperti itu, otomatis ya harus kita taati aturannya,” paparnya.

Syarat tambahan tersebut tertuang dalam Peraturan Permen PAN RB Nomor 23 Tahun 2019. Namun, dalam peraturan itu juga disebutkan, bagi pelamar dari tenaga pendidik yang tidak memiliki serdik tetap diperbolehkan mendaftar. Sedangkan, tenaga kesehatan wajib melampirkan STR tersebut.

Di Bangkalan, tersedia 297 formasi. Dengan rincian, 196 formasi di bidang pendidikan, 36 bidang kesehatan dan 65 tenaga teknis.

“Semua informasi mengenai CPNS 2019 sudah bisa dilihat di website kami atau pemkab. Masyarakat bisa langsung cek sendiri,” tandas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Bangkalan, Ari Murfianto. (ina/waw)

 

Sumenep Buka 310 Formasi CPNS

KM/DOK
ABD MADJID: Kepala BKPSDM Sumenep

SUMENEP-Sejak Senin (11/), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep secara resmi mengumumkan dan membuka lowongan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019.

Hal itu, berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi RI, Nomor 625 Tahun 2019 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sumenep tahun anggaran 2019.

Selain itu, juga berdasarkan keputusan Bupati Sumenep, nomor 810/1274/435.203.4/2019 tanggal 24 Oktober 2019, tentang Penetapan Alokasi Formasi CPNS di Pemkab Sumenep tahun anggaran 2019.

“Maka berdasarkan itu, Pemkab Sumenep membuka pendaftaran penerimaan CPNS tahun 2019,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Abd Madjid.

Dikatakan Madjid, bahwa pendataran melalui online dibuka sejak Senin (11/11). Oleh karenanya, untuk info lebih detail, berikut pendaftaran bisa diakses melalui website  http://bkpdm.sumenepkab.go.id/ dan https://sscn.bkn.go.id/.

Untuk lowongan formasi CPNS, terdapat 310 CPNS yang dibutuhkan di lingkungan Pemkab Sumenep. Lowongan itu meliputi tenaga pendidikan sebanyak 103 formasi, kemudian tenaga kesehatan sebanyak 95 formasi, dan tenaga teknis sebanyak 112 formasi.

Pasalnya, terkait penerimaan CPNS 2019, BKPSDM Sumenep membuka desk tentang seleksi CPNS yang dibuka mulai jam 07.00 sampai dengan jam 21.00 di front office BKPSDM Sumenep.

“Bagi pendaftar yang kurang jelas, bisa bertanya langsung pada petugas desk seleksi yang ada di front office BKPSDM yang memang buka setiap hari, termasuk hari Sabtu dan Minggu,” jelas Madjid.

Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sumenep juga mengimbau kepada masyarakat, supaya hati-hati terhadap penipuan yang berkedok penerimaan CPNS.

Sebab, tidak jarang ada pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Misalnya, bisa meloloskan jadi PNS dengan imbalan tertentu.

“Jangan percaya kepada pihak tak bertanggung jawab ada iming-iming tertentu. Jika nasyarakat ada yang ingin ditanyakan perihal penerimaan CPNS, maka masyarakat silakan bertanya ke desk di front office BKPSDM,” pungkasnya. (ong/waw)

 

Komentar

News Feed