Kualitas Guru PAUD Non Formal Mengkhawatirkan

  • Whatsapp
MERAGUKAN: Mayoritas guru PAUD di Kabupaten Sampang hanya lulusan SMA atau Sederajat. Alhasil pengetahuan dan kualitas mengajarnya diragukan.

Kabarmadura.id/SAMPANG-Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Sampang menyebut, mayoritas guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), khususnya yang non formal hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, sedangkan guru PAUD yang formal hampir semua sudah strata satu (S-1).

Ketua IGTKI Kabupaten Sampang Dewi Trisna mengatakan, salah satu solusi untuk bisa meningkatkan kualitas guru yang masih berpendidikan rendah itu, yakni dengan memberikan fasilitas pendidikan dan pelatihan (diklat) profesi secara berjenjang, mulai dari diklat guru PAUD tingkat dasar, tingkat lanjutan dan tingkat mahir.

Pasalnya, para guru PAUD yang hanya berijazah SMA atau sederajat itu, tidak memiliki biaya untuk kuliah.

“Sekitar 75 persen guru PAUD non formal hanya berijazah SMA, sehingga dengan kualitas pendidikan guru yang relatif rentan ini, tentunya sangat mempengaruhi terhadap kualitas mengajar, baik dari cara-cara dan metode yang digunakan,” kata Dewi trisna saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/10).

Dewi menjelaskan, dampak positif rendahnya tingkat pendidikan guru itu, yakni tetap bisa melayani dan mengajar di PAUD dengan relatif baik, angka partisipasi kasar  untuk PAUD bisa meningkat. Sedangkan dampak negatifnya kualitas pembelajaran di sekolah tidak maksimal.

Untuk itu, pihaknya berharap para guru PAUD di Kota Bahari, ke depan dapat difasilitasi dengan kegiatan pelatihan, bimtek khusus guru serta bisa melanjutkan pendidikan sarjana, sehingga ada peningkatan kualitas dan pengajaran.

“Melalui kegiatan diklat ini, target kompetensi guru semakin meningkat, sehingga Impeknya kualitas pendidikan di sampang kedepannya lebih baik dan maju,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Anggota Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Sampang Zainuddin meminta, pihak Dinas Pendidikan (Disdik) setempat harus melakukan evaluasi dan mencarikan solusi yang solutif, terkait persoalan masih banyak guru PAUD yang hanya berijazah SMA.

Kata Zainuddin, rendahnya pendidikan tenaga pengajar itu, sangat berdampak buruk terhadap kualitas pengajaran dan keberhasilan siswa, terlebih hal itu terjadi di tingkat anak usia dini. Mestinya guru-guru PAUD itu, sudah sarjana, berkompetensi, berprestasi dan menginspirasi, sehingga bisa menular kepada calon-calon generasi.

Dengan demikian Zainuddin berharap, Disdik berkomitmen meningkatkan kompetensi para guru, khususnya PAUD yang masih berijazah SMA. Sehingga wawasan, pengetahuan dan pengalamannya lebih mumpuni dan kualitas pendidikan dan pengajaran lebih baik.

“Pendidikan usia dini ini, sangat penting sekali. Bagaimana siswanya bisa jadi pandai, cerdas, kalau pengetahuan dan pengalamannya gurunya pas-pasan,”pungkasnya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *