Kualitas Sekolah Pengaruhi Minat Wali Murid di Sumenep

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBENAH: Krisisnya siswa menjadi persoalan serius yang harus dicarikan solusi oleh pemerintah.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Hingga saat ini ada sebagian sekolah di Sumenep yang krisis siswa. Salah satunya di sekolah menengah atas (SMA) PGRI Sumenep. Kondisi itu terjadi akibat kualitas sekolah yang kurang mumpuni. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Sami’oeddin, Selasa (8/6/2021).

Menurutnya,  perlu adanya pembenahan dari sekolah ataupun pemerintah daerah. Baik dari segi kinerja guru, keoptimalan manajemen dan kedisiplinan setiap perangkat di sekolah tersebut. Sebab,  orang tua siswa saat ini tidak memandang sekolah Negeri maupun swasta.

Bacaan Lainnya

Tetapi, kualitas yang lebih diperhatikan. Bahkan, pembayaran mahal tidaknya sekolah tidak juga begitu diperhatikan, melainkan kualitas. “Bagi sekolah yang krisis siswa, maka perlu perbaiki manajemen pendidikan yang benar,” ujarnya.

Ditegaskan, kualitas guru juga perlu diperhatikan. Sabab, guru memiliki posisi yang sangat penting dan strategis dalam pengembangan potensi yang dimiliki peserta didik. “Pada diri gurulah kejayaan dan kecerahan masa depan bangsa bisa tercapai,” tegasnya.

Ditambahkan, untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dalam pembelajaran, perlu ditingkatkan melalui banyak cara. Sehingga, perlu adanya sarana dan prasarana  (sarpras) serta alat kelengkapan pendidikan lainnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur (Jati,) Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengaku, sudah melakukan sosialisasi terhadap sekolah yang mengalami krisis siswa. “Kami masih mencari solusi agar sekolah tidak terjadi krisis siswa,” responnya.

Terpisah, Kepala SMA PGRI Hermin Irawati berjanji, akan berupaya seoptimal mungkin agar tidak lagi mengalami krisis siswa. Salah satu alternatifnya, akan menyebarkan brosur ke sekolah SMP atau Mts. “Krisis siswa sebenarnya sangat sulit dipulihkan,” tuturnya.

Diketahui, di Sumenep terdapat 151 sekolah SMA. Rinciannya, 12 SMA Negeri, 71 SMA swasta. Sedangkan untuk sekolah menengah kejuruan (SMK), rinciannya 3 SMK Negeri dan 60 SMK swasta. Sedangkan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) 1 Negeri dan 3 sekolah PKPLK swasta. (imd/ito)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *