oleh

Kuli Tinta di Bangkalan Kembali Suarakan, Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Belum genap dua minggu aksi kekerasan terjadi di Jawa Timur membuat para jurnalis di Bangkalan kembali menggelar aksi solidaritas. Aksi tersebut diikuti oleh puluhan jurnalis yang tergabung dalam beberapa komunitas para kuli tinta itu. Rabu, (1/4/2021). Mereka mendatangi Markas Polisi Resort (Mapolres) Bangkalan untuk menyuarakan aksi agar didengar langsung oleh pihak penegak hukum.

Koordinator lapangan (korlap) aksi Jimhur Saros meminta, agar penegak hukum bisa menegakkan keadilan atas kasus kekerasan yang terjadi pada Nurhadi wartawan Tempo Surabaya beberapa waktu lalu.

“Kalau ini tidak dikawal dengan betul, kami akan mendatangi Kapolda agar mundur dari jabatannya,” ancamnya.

Sebab, dalam dua minggu terakhir kejadian kekerasan pada jurnalis sudah terjadi dua kali. Dia juga menyayangkan kejadian tersebut. Karena wartawan juga bisa dilakukan persuasif dan manusiawi.

“Tetapi ini tidak hal dilakukan, malah wataknya seperti premen. Jika sudah berlaku seperti itu harus dihukum,” pintanya.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan Moh. Amin menuturkan, ini merupakan kedua kalinya kekerasan pada jurnalis di Jawa Timur. Tentunya ini merupakan bukti buruk bahwa kebebasan pers di Jawa Timur belum terjamin. Dia juga meminta polisi mengawal dan mengusut tuntas kasus tersebut.

“Jika ini dibiarkan berlarut-larut, maka menjadi tidak baik dan kebebasan pers akan terancam. Apalagi korban sudah menyebutkan identitas, maka tidak menyalahi aturan kode etik jurnalis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Polres Bangkalan AKBP Didik Hariyanta berjanji akan mengawal kasus itu hingga tuntas. Dia menyampaikan, laporan adanya kekerasan di Jawa Timur itu sudah diterima oleh pihak Polda Jawa Timur.

“Pak Kapolda sudah membuat tim khusus untuk menangani kasus itu dan kegiatan ini kami yakin akan termonitor dan akan kami laporkan pada beliau,” tutupnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed