oleh

Program Kredit Usaha Mikro Segmen Terkendala Hasil Alam yang Sulit Diprediksi

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Program Kredit Usaha Mikro (KUM) Bank Mandiri Pamekasan dalam proses. Bank ini menargetkan KUM tahun 2019 sebesar Rp600 juta.

KUM merupakan kredit yang diberikan kepada pengusaha mikro untuk membiayai kebutuhan usaha produktif baik untuk kebutuhan investasi maupun kebutuhan modal kerja.

Manajer Mikro Kredit Analis Bank Mandiri Pamekasan 2 Evan mengatakan, untuk target 2019 sudah ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi, peningkatan itu tidak signifikan yakni, dari Rp550 juta pada tahun 2018 naik menjadi Rp600 juta untuk 2019.

“Saat ini masih dalam tahap proses, pastinya target itu diharapkan meningkat,” katanya, Kamis (14/03).

Mekanisme KUM melalui survei. Sebelum survei,  kelengkapan berkas riwayat survei. Setelah itu, dipilih debitur yang lancar dan tidak lancar. Kelancaran untuk angsuran kredit wajib 90 persen ke atas.

“Usaha minimum dua tahun di lokasi dengan bidang usaha yang sama,” terangnya.

Evan menambahkan, untuk usia pemohon juga dibatasi minimal 21 tahun atau sudah menikah dan maksimal usia 60 tahun saat kredit lunas.

Selain itu, pemohon atau calon debitur belum pernah memperoleh fasilitas kredit atau pernah memperoleh fasilitas kredit dengan kolektibilitas lancar atau tidak dalam kondisi kredit bermasalah.

Mengenai persyaratannya, salinan KTP calon debitur dan salinan KTP suami atau istri calon debitur, dilanjutkan salinan kartu keluarga (KK), salinan surat nikah, (bagi yang menikah) atau surat cerai (bagi yang berstatus cerai) serta salinan NPWP, surat keterangan usaha dari desa dinas pasar atau otoritas setempat di mana calon debitur memiliki usaha atau surat izin usaha.

Evan mengungkapkan, pangsa pasar KUM di Pamekasan cukup membaik. Hanya saja, ada beberapa segmen yang jatuh. Yang cenderung tidak bisa diprediksi, untuk sementara ini adalah pedagang kelontong, peternakan dan hasil alam.

“Kendala yang dialami adalah perekonomian, harga kebutuhan mempengaruhi nasabah, yakni untuk pembayaran secara tidak langsung, seperti harga sembako naik lagi musim lebaran, sehingga daya belinya melemah,” pungkasnya. (km45/rei)

Komentar

News Feed