Kumpulan Puisi Fahrus Refendi

  • Whatsapp

Remah Roti

Pikiran meremah jalan perkotaan

Bacaan Lainnya

Mendidih remah roti beralaskan secanggir anggur

Tak perlu lelah diinjak-injak orang

Sebutir garam tetap diasinkan.

Supaya harap meruwat lirik

Buah ranum setangkai gandum

Jadi tempat berkumpul ternak-ternak

Dari al-manak kering dan tumpul.

Sehabis luruh

Kausaksikan langkah serupa larut

Jalan bebatuan

Kerikil tajam

Membenamkan telapak

Lalu, semuanya dingin.

Mekar di padang tandus

Berputik kilau tandas

Kering yang kini gugur

Taring yang selalu tidur.

Pamekasan, Februari 2020

 

Perihal Hujan

Hujan selalu menggapai lamunan

Menenun segala cipta

Meruwat segala rasa

Hujan selalu melarutkan melankoli

Pada hati yang beku

Pada hari keseribu kematianmu

Hujan selalu menunaikan benih

Pada puisi yang mulai jernih

Menggambarkan sepatu lusuhmu

Disitu kucumbu wangi surgamu

Pamekasan, Februari 2020

 

Pengembaraan

Kau selipkan di mana nama itu?

Setelah perjalanan tanpa tujuan

Sekian pinta tanpa lampu penerang

Saku mengirimkan kekosongan

Di bawah altar panas siang

“Nama itu kuselipkan di samudera” tegasmu

Samudera telah ranggas, ucapku

Sekarang kupinta nama itu

Mau kupanggil berulang-ulang

Biar taman ilalang

Berenang ke kedalaman ciuman.

Pamekasan, Februari 2020

 

*Fahrus Refendi lahir pada 07 Juni 1998 dan berasal dari Pamekasan Madura. Saat ini merupakan Mahasiswa  Bahasa & Sastra Indonesia Universitas Madura. Menulis puisi, cerpen, cernak, cerita berbahasa madura serta beberapa karya resensinya telah dimuat di beberapa media cetak maupun online.

Facebook: Fahrus Refendi

IG: Fahrusrefendi

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *