Kumpulan Puisi Hosnor Rofiq

  • Whatsapp

Kau yang Pergi

 

Ada berbagai rasa yang  membekas kekal dalam dada

Berdetak di palung sunyi

Pada putaran hidupku yang tak ada tujuan pasti

Tak kala kau berlarian dalam kelopak mata

Hingga memaksaku untuk meneteskan

Darah luka yang silam, agar

Kembali terkenang dalam keabadian

 

Silahkan kau hujam tubuhku

Dengan beribu mimpi yang pedih

Hingga tak ada lagi kebahagiaan

Kendati hanya sebatas bayang-bayang kelam

Yang merebah pulas di pangkuan ingatan

Annuqayah, 2020 

 

Nyanyian Rindu

 

Sungguh getir aku mengenang rintih senyummu kala hujan

Tentang siapa yang akan paham

Akan kesaksian hati

Terhadap apa yang terjadi sebab belati

Pada gerimis yang kesekian kali

Ada berbagai rasa yang curam

Yang tak kuasa ku hempas dari ingatan

Namun senyummu tetap merekah bagai delima

Selalu tumbuh ranum dalam dada

Wahai gadis berbingkai purnama

Terangilah jiwaku yang telah kelam

Agar alunan sajakku tak salah menghias malam

Adakah kau surga yang aku kenal

Dari kitab-kitab cinta nan  kusam terlerai dalam angan

Pada waktu yang telah usai

Terhempas gelombang

Ketepi penderitaan

Annuqayah, 2020

 

Hikayat Rindu

 

Kekasih,

Betapa ribuan rindu harus aku punguti  saban hari

Sebab desau angin yang membelai sampai ke samping telinga

Mampu mengugurkan daun-daun kenangan

Dari ranting penderitaan panjang malamku

Kekasih,

Sekarang bukan lagi musim kemarau

Mengapa dadaku masih saja gersang

Akan kebahagiaan

Yang tak pernah datang menyertai hujan yang aku suguhkan

Sungguh ladang hatiku kian kering akan kerontang

Lantarkan kobar rembulan

Tak sanggup memancarkan

Sumber keindahan

Yang telah lama kelam

Di angan dengan tenang

Annuqayah, 2020

 

 

Jendela Masalalu

 

Ada yang lebih kencang berlari

Serupa kuda menghentak dalam hati

Kau dan sebungkus kenangan

Pulas tertidur dalam ingatan

Suara-suara menggema dalam dada

Nama kau paling nyaring senantiasa

Wahai, siapa yang lebih piawai meredam

Dari masa lalu yang terus lebam

Ketika segala ku tangkap dalam pandang

Menjelma kau sebagai kenang yang kekal dalam kening

Annuqayah, 2019

 

Kenangan Bisu

 

Senja yang menghias pada cakrawala

masih tetap elok dari biasanya

melukis candu di sungging senyummu dengan penuh manja

meski kau telah ambil seluruh keindahan ciptaan Tuhan

Dengan tersenyum pun kau bertahta di atas purnama

 

Tak banyak yang dapat ku angkat dari riang ke kenang

Sebab yang melekat adalah pendaritaan panjang

Dan di setiap senyum yang kau hidangkan pada pangdang

Terselip kisah pilu
memasung utuh,

Di hatiku yang kian rapuh

Annuqayah, 2020

 

Putih & Abu-Abu

 

Pada waktunya semua yang indah akan berubah

Langit yang biru akan kelabu

Lantaran yang terang akan hilang, maka

Bagaimnapun kisah akan usai

Tertelan masa menjadi kenangan

Dan aku hanyalah air yang mengalir pada takdir

Yang hanyut pada arus waktu dari hulu ke hilir

Namun jejakku tak pernah kering dalam ingatan

Karna pada jejakku itu

Ada ragam keindahan

Yang kusatu-padu

Pada busana berwarna putih- dan abu-abu

Yang selamanya takkan mampu dikikis waktu

Annuqayah, 2019

 

Hosnor Rofiq, nama pena sekaligus nama kelahirannya yang ditetapkan di Sumenep pada tahun 2002, dan merupakan siswa kelas akhir MA 1 Annuqayah sekaligus santri PPA. Daerah Lubangsa. masih terlalu pandir dalam dunia sastra, namun tetap mencoba dalam komunitas yang digelutnya; PERSI.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *