Kumpulan Puisi Maysaroh Elshoby 

  • Whatsapp

TIDAK SEDINGIN BULAN JUNI

/I/

Bacaan Lainnya

tidak sedingin bulan juni,

berkali kali hujan deras dirumahku

bergejolak membanting pintu dan atap rumah,

tak ada yang berani keluar menemui hujan

saling tatap memeluk dirinya sendiri

lalu kembali menarik ujung selibut ditempat tidurnya.

/II/

tidak sedingin bulan juni,

nanar dikedua mataku telah berubah

cukup lama,

doa dan harapan musim hujan segera berlalu dan berganti semi

setidaknya tidak seburuk badai

cukup hangatnya mampu mekarkan bunga bunga dikebun

/III/

tidak sedingin bulan juni,

kita akan memulai harapan harapan yang tertunda bagi hati yang terluka,

pagi dengan sinar matahari lebih cocok menyebuhkan luka dan airmata

setidaknya tidak sebeku bulan juni

/IV/

tidak sedingin bulan juni,

hubungan tanpa cinta akan berganti rindu yang terobati lewat doa doa dan kesabaran

cukup  untuk bulan juni ini,

antara ikatan dan harapan orang orang tertentu

hanya menimbulkan kekacauan dibumi yang diberkahi

maka,  menyudahi segalanya tanpa cinta akan lebih beruntung

baik yang terluka atau rindu yang lama lama kering karena kemarau.

sumenep, 1 juni 2020

 

AKU HARUS BAGAIMANA ?     

khairil anwar menyebutku

‘’binatag jalang dari kumpulannya terbuang

sesekali tak perna sesesak   ini

mengorek  -ngorek  kulitnya sendiri kedalam tabu

telanjangi tubuhku kedalam rahim – rahim ibu

setiap kali  ikhlas aku mengadu lebih  keras  dari sumpahku

aku binatang jalang ,

akulah pendosa yang menghisap kasih mu

menjelma psk-psk melewati tubuhnya pada birahi

tapi ,aku   percaya  aku perna damai dengan sholatku

bukan karena munafik sebagai hamba  tapi aku belum

perna menyenal cinta sedamai ini,setekat ini kecuali

hanya dengan menyebut allahku tempat pulang,

biarkan lebih jauh aku kedalam dirimu

oh tuhan,

aku malu sebagai hambamu hancurkan

kau bisa lempar jauh

tapi,jangan perna tinggalkan aku sendiri

dalam gelap , dalam nespata, dari dosa

jika dengan rindu sebagai pendosa belum bisa

menjadi kekasih mu kenalkan aku pada kedamain

yang lain, yang lebih dekat mu

aku tau kau begitu mengenal setiap hambamu

bahkan setiap detak niat hatinya,

aku percaya akan tak bisa di bohongi bahkan

bicara dengan diam,

aku tak peduli manusia munafik ini belkeliaran di bumi

sebutan di sekitar

tapi, ketakutanku lebih besar dari dosa ku yang ku buat

aku takut kau marah

aku takut kau cemburu,

aku takut rasa cinta dan pasrah sebagai rindu

kau juga sebut aku munafik

lantas aku harus bagaimana?

apa aku harus menyerah mengejarmu

apa mungkin lebih baik aku tidak perna ada

sebagai hamba,

jelaskan kepadaku,aku harus kemana?

apa harus mencari tuhan lain

jika begitu seperti aku tak perna di ciptakan,

dan sebaiknya kan tak menyiptakan.
8,SUMENEP,2019

 

PELUKIS JINGGA

aku bukan penulis puisi yang berbakat

Hanya saja tempat tempat kosong dibelakang rumahku

Lebih suka kulukis daripada kubiarkan belukar

Yang memasang taringnya disudut pojok pintu

Yang sering kehilangan cahaya

Dibibir senja aku sering melihat bocah berlarian

Kedalam rumahnya, ibunya berkata ” cepatlah pulang sore mengundang malapetaka,

Cepatlah mengaji !” Dengan gusar membawa sapu

Kemudian anak anak berhamburan kerumah dan kemusollah

Aku tambahkan warna sedikit terang

Melalui vigora yang sempat kuhafal

Sedikit ragu dan tak percaya bagaimana warna jingga

Lebih kusukai daripada sinar matahari disiang hari

Keelokan warnanya lebih kurindukan

Karena aku melihat ibu didalamnya

Sering melambai senyum

Sehingga ledakan rindu lebih sering daripada tawaku.

Sumenep, 22 januari 2019

 

BIODATA PENULIS

*) Nama Pena Maysaroh Elshoby   adalah perempuan kelahiran Sumenep ,18 Juli 1997 di Desa Lebeng Timur Pasongsongan Sumenep . lulus MI Al-furqan Cmpaka Pasongsongan, dan Sekolah MA Aqidah Usymuni Tarate Sumenep, Mahaasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA). Saat ini, nyantri di PP. Aqidah Usymuni Tarate Pandian Sumenep. Juga aktif sanggar di LSA (lembaga santri aktif) CANDRA dan UKM  Komunitas  Pelar  STITA Sumenep, aktif di PIN pejuang islam nusantara. Sangat menyukai dunia literasi sejak masih kelas 3 MI, karya-karyanya bisa dilihat di radar madura,antologi bersama di akar rumput (kampoeng jerami), antologi jihad cinta (MPI WRITERS) Dan terbit di koran pantura probolinggo,dan media lainya. no.HP:087727660094 atau alamat email;Maysaroh.elshoby45@gmail.com  bisa lebih akrab dan akun fb nya di; Maysaroh elshoby.dan instagram : @maysaroh elshoby.alamt kode pos pandian sumenep: 69414

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *