oleh

Kumpulan Puisi Nikmatul Izza

ENGKAU DAN BULAN

Oleh: Nikmatul Izza

Malam ini

Sinarmu dan sinarnya tak dapat ku bedakan

Dia menyinari malamku

Sedang engkau menyinari hatiku

Antara sedih dan bahagia

Rasa itu menyelimuti kita malam ini

Bahagia sebab dipertemukan kembali

Sedih, mungkin esok tak bisa bertemu lagi

Semilir angin menjadi saksi

Kehangatan bahu melengkapi

Bulanpun merekam perjalanan kita

Mengukir senyum dalam ingatan

Melangkahlah tanpa beban

Yakinlah akan keberhasilan

Ku akan menunggu sebuah kabar

Bahwa kita akan dipersatukan

 

ENGKAU DAN BULAN KEDUA

Oleh: Nikmatul Izza

 

Jika kemarin dua wajah yang tampak

Kini hanya satu

Itupun tak sesempurna kemarin

Dia hanya menampakkan seperempat darinya

Sedang engkau

Tidak sama sekali

Engkau tidak menampakkan diri di depan mataku

Namun selalu nampak

Dalam bayang-bayang dan hatiku

Dengan cahaya yang sama

Tak buram

Apa lagi redup sedikitpun

Bak bulan purnama baru muncul

Menyinari jiwa-jiwa suram

Disetiap malamnya

Iya, seperti itulah engkau

Bagiku

 

LAKSANA SAUDARA

Oleh: Nikmatul Izza

Kalian

Mungkin orang lain menyebutnya teman

Namun bagiku

Jauh lebih dari itu

Mungkin

Aku memang seorang diri

Namun Allah

Mengirim kalian tuk melengkapi

Mewarna

Menolong

Bahkan bisa lebih

Perjalanan dan perjuanganku

Tak mungkin ku sebut berjuang sendiri

Bohong jika demikian

Tanpa kalian aku juga tidak mungkin bisa menulis ini

 

JUBAH HITAM

Oleh: Nikmatul Izza

Hiruk-piruk melatar belakangi semuanya

Tak mampu bergerak bebas dalam jeruji

Jiwa besar tak pernah putus asa tuk bersyiar di jalan-Nya

Tak kenal keadaan, dalam lorong tikuspun ia mampu

Sungguh mengejutkan

Tatkala sendok patahpun sangat disayangkan untuk dibuang

Mengingat selama ini ia telah ditemani makan

Bukankah sangat mengharukan?

Tanpa kesalahan pribadinya ia rela mendekam dibalik jeruji

Tidak mendapat makan minum, bahkan hanya siksaan yang didapat

Semua ia lakukan dengan ikhlas semata-mata  karena-Nya.

 

KASIH YANG HILANG

Oleh: Nikmatul Izza

Tangisan tanpa beban

Mulai terngiang di pendengaran mereka

Menghadirkan senyum merekah

Berharap kebahagiaan selalu menyertai

Gadis kecil nan mungil

Berhasil menatap dunia

Empat puluh hari ia hidup

Mulai empat puluh hari

Ia kehilangan bentuk kasih sayang

Banyak yang mengatakan

Anak perempuan akan patah hati

Tatkala sosok itu meninggalkannya

Sebab akan kehilangan kasih sayangnya

Sosok itu adalah yang sering disebut Ayah

 

RATU

Oleh: Nikmatul Izza

Ciptaan Allah yang begitu mulia

Karenanya pintu surga terbuka

Dapat menciptakan generasi emas

Padanya terdapat surga khusus

Setiap langkah

Diam dan

Prosesnya adalah jihad

Bisikan hatinya membawa keberuntungan

Ridanya membawa kesuksesan

Tangis sedihnya mendatangkan kemurkaan

Penderitaan

Bahkan kesengsaraan bagi sang penyebab

Senyumnya adalah kehidupan

Doa-doanya adalah keberkahan

 

 PENULIS

Nikmatul Izza, pemilik hobi menulis ini lahir di Bangkalan Madura. Kini sebagai Mahasiswi di Fakultas Dakwah IAIN Jember Jawa Timur. Karyanya dimuat dalam buku: 40 Pijakan Tajam dan dalam buku antologi: Seuntai Kisah Tentangnya.

 

Komentar

News Feed