Kumpulkan Donasi Jemaat Gereja, Hujan-hujanan Salurkan Bantuan

  • Bagikan
AFAN ASMARA YUDHA: Relawan penyebar bantuan kepada masyarakat miskin

Kabarmadura.id/Pamekasan-Datangnya bencana dunia melalui wabah Covid-19, secara tidak langsung membuat semua pihak belajar berdedikasi dan berkorban untuk orang-orang sekitar.Begitulah cara Afan Asmara Yudha dalam memahami adanya wabah tersebut.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Wabah Covid-19 bukan hanya berdampak buruk bagi masyarakat kecil. Di sisi lain, yang sangat jarang terbaca oleh semua pihak yaitu adanya energi positif yang muncul akibat wabah Covid-19.

Hal itu terlihat saat sejumlah individu dan kelompok terdorong untuk melakukan kegiatan yang outputnya didedikasikan untuk  masyarakat kecil yang secara tidak langsung terdampak wabah Covid-19, salah satunya yang mengalami kesulitan ekonomi.

Dengan dorongan itu lah, Afan bersama sejumlah anggota relawan lainnya, berusaha mengumpulkan donasi dari sejumlah pihak untuk disalurkan kepada masyarakat kecil yang strata ekonominya di bawah rata-rata dan turut merasakan sulitnya hidup di bawah tekanan Covid-19.

Afan mengumpulkan donasi itu dari banyak pihak, mulai dari semua gereja di Kabupaten Pamekasan, baik dari gereja Kristen maupun gereja Katholik. Tidak hanya pihak gereja, beberapa jemaat gereja juga turut menyumbangkan donasinya untuk masyarakat miskin.

“Kami bersama semua anggota dari berbagai perbedaan, anggota kami dari berbagai agama, ada Islam, ada Kristen, ada juga Katolik, urusan kemanusiaan kami tidak akan berpikir dua kali, kami memiliki spirit yang sama untuk memanusiakan manusia, dari golongan apapun dan dari pemeluk agama apapun,” ungkap pria kelahiran 22 Agustus 1981 tersebut.

Bersama sejumlah komunitas, Afan dan anggota relawan yang lain melakukan kegiatan tersebut tanpa adanya imbalan dari pihak manapun, apalagi dari pemerintah.Tidak ada yang dia dapatkan kecuali ucapan terimakasih dari setiap warga yang mendapatkan bantuan.

Baca juga  APBD Pamekasan 2020 Alami Defisit Rp511 M

Seluruh donasi yang terkumpul oleh Afan dkk,dibelikan sembako berupa beras, minyak, telur, mie instan, masker dan hand sanitizer.Kemudian diberikan kepada masyarakat miskin yang bermukim di daerah perkotaan.

Menurutnya, karena warga miskin yang tinggal di kota sangat merasakan dampak dari Covid-19, sebab rata-rata titik penyebaran Covid-19 adalah area perkotaan.

Sejumlah komunitas yang ikut berjuang bersamanya yaitu Karyawan Muda Katolik (KMK), Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG), dan Komunitas Ataretan Santri Gus Dur Pamekasan.

Mereka semua saling berjibaku mengumpulkan donasi dan menyebarkannya kepada pihak-pihak yang membutuhkan, di antaranya para tukang becak yang beroperasi di area kota Pamekasan.

Tidak hanya itu, profesinya sebagai seorang pegawai di Rumah Sakit Umum (RSU) Mohammad Noer Pamekasan juga tidak ia sia-siakan untuk menebar energi positif di lingkungannya.Bahkan, bersama Unit Kegiatan Masyarakat (UKM) Penelitian dan Pengembangan (Litbang) RSU Mohammad Noer, ia ikut serta dalam pengumpulan donasi dan penyebaran bantuan.

Susah senang mereka alami dalam setiap kegiatan kemanusiaan yang ia lakukan bersama semua anggota relawan yang lain dari berbagai komunitas dan lembaga tersebut, bahkan mereka pernah berhujan-hujanan di jalan saat hendak mendistribusikan bantuan kepada warga Pademawu.

“Bagi kami, ini cara untuk membahagiakan kami sebetulnya, bukan hanya untuk membahagiakan orang lain, sebab kami akan lebih bahagia jika kami melihat orang lain bahagia karena kami, kami bersyukur kami bisa bermanfaat untuk orang lain, semoga perjuangan kami dicatat sebagai amal baik,” pungkasnya.(waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan