Kunci Sosok Ach. Sayyi Sukseskan ICIT IAI Al-Khairat 2020

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Pamekasan-Arus perubahan konsesus pemikiran global, tidak bisa terbendung begitu derasnya. Hal itu disadari oleh kampus yang notabene berkonsentrasi dalam kajian keislaman Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, dengan mengadakan International Conference on Islamic Thought (ICIT) 2020. Siapa sangka, dibalik megahnya acara itu, ada sosok Ach. Sayyi yang menjadi kunci sukses acara tersebut.

Khoyrul Umam Syarif, Pamekasan

Sosok pribadi yang ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana  ICIT IAI Al-Khairat 2020 itu, memiliki prinsip kuat untuk tidak silau dengan pujian, serta tidak lapuk dengan cibiran dan cacian. Dirinya mengaku, rasa syukur selalu menjadi pondasi dalam setiap menajalankan amanha, termasuk dalam mensukseskan event internasional ICIT IAI Al-Khairat 2020.

Kepada Kabar Madura, pria kelahiran Pamekasan 22 November 1986 itu mengungkapkan, ada beberapa hal yang dilakukan untuk memprakarsai suksesnya kegiatan bertaraf internasional yang pertama kali diselenggarakan oleh IAI Al-Khairat.

Pertama, yakni sosialisasi dan kerjasama dengan berbagai kampus dari dalam maupun luar negeri dengan memanfaatkan teknologi secara penuh, sehingga antusiasme peserta untuk ikut berkontribusi pada kegiatan dengan background literasi islaman semakin tinggi.

Selain itu, dia juga menuturkan selalu melakukan komunikasi intens kepada setiap anggota kepanitiaan, khususnya dalam melakukan  kerja tim. Sebab baginya, sebesar apapun kegiatan yang digelar, tanpa adanya kerja tim, maka hal itu tidak akan terlaksana dengan maksimal.

“Alhamdulillah saya bersyukur acara berjalan lancar, ini semua berkat kerja tim yang solid,” ungkapnya, Rabu (22/1/2020).

Sosok yang juga menjadi Ketua Program Study (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI Al-Khairat itu mengaku, berkat kerja tim yang solid, dirinya bisa mendapat dukungan penuh dari berbagai unsur. Utamanya, kepercayaan penuh dari Rektor IAI Al-Khiarat, seluruh pimpinan kampus, baik Wakil Rektor I dan II, serta Ketua Senat yang sekaligus konseptor acara Pekan Ngaji 5.

Pria beralamatkan di Jalan Bonorogo, Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan itu menyimpulkan, hasil event internasional itu sangat berdampak terhadap terjalinnya silaturahim antar intelektual muslim, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga lahir kolaborasi pengetahuan masa kini yang bisa diterima oleh masyarakat luas.

“Saya berkeyakinan, dengan bertemunya para cendikia muslim dari dalam dan luar negeri akan lahir literasi keislaman kampus yang memperkaya keilmuan mahasiswa,” tutupnya. (pin)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *