oleh

Kunjungan Kapolda Jatim Tidak Ditemui Ketua PCNU Pamekasan

KABARMADURA.ID, Pamekasan –Setelah beberapa pekan dilimpahkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim), kasus ujaran kebencian oleh akun facebook bernama Muhammad Izzul terhadap ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan mulai dapat perhatian dari  Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran.

Bahkan, orang nomor satu di Polda Jatim itu datang mengunjungi kantor PCNU Pamekasan, Rabu (21/10/2020).Namun sayang, kedatangannya tidak disambut oleh Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufik Hasyim. Fadil.

Kedatangan Irjen Pol Mohammad Fadil Imran bersama rombongan dari Kepolisian Resot (Polres) Pamekasan dan Komando Distrik Militer (Kodim) 0826 Pamekasan  hanya disambut oleh jajaran syuriah dan jajaran wakil ketua tanfidziyah PCNU Pamekasan.

Fadil mengatakan, kedatangannya dalam rangka bersilaturrahim kepada para ulama NU di Pamekasan guna menjalin komunikasi dan memastiakan kondusivitas Pamekasan tetap terjaga pasca kejadian aksi besar-besaran yang dilakukan warga nahdliyin baru-baru ini.

Mengenai kasusnya, dia memastikan terus diproses dan pihaknya berjanji akan terus mendalami. Meski pihaknya tidak bisa memastikan kapan kasus ini bisa diselesaikan, dirinya berharap kasus itu bisa segera terungkap, sehingga Pamekasan bisa segera kondusif.

Menurutnya, ada kesulitan tersendiri dalam mengungkap kasus tersebut, sebab media sosial bersifat dinamis, sementara media sosial facebook sendiri dimiliki negara asing, sehingga segala sesuatunya dikendalikan oleh pihak asing.

“Kami akan dalami terus, prosesnya sudah jalan. Saya maunya lebih cepat lebih bagus,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua MDS Rijalul Ansor yang saat aksi pada Jumat (9/10/2020) bertindak sebagai koordinator lapangan (korlap) menerangkan, kedatangan kapolda Jatim tersebut mendadak, karena baru semalam sebelumnya, pihaknya dikabari bahwa kapolda akan berkunjung.

Dirinya mengaku tidak mengetahui alasan atas ketidakhadiran Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufik Hasyim.Namun dia meyakini, kepadatan agenda ketua PCNU membuatnya tidak bisa menghadiri agenda silaturrahim tersebut karena kapolda berkunjung secara mendadak.

Berkenaan dengan kasus ujaran kebencian, menurutnya, hingga saat ini pihak Polda Jatim belum memberikan tanda-tanda ada perkembangan. Sementara pihaknya berkomitmen akan terus menagih janji kapolda dan mengawal kasus itu hingga tuntas.

Kendati begitu, pihaknya belum bisa memastikan akan melakukan aksi unjuk rasa lebih besar lagi dari aksi sebelumnya yang melibatkan 13 ribu warga nahdliyin. Namun menurutnya, tidak menutup kemungkinan aksi dengan jumlah masa lebih besar dapat terjadi kembali jika kasus ini terus melempem tanpa kejelasan.

“Kalau warga NU dari bawah meminta untuk aksi lagi aksi yang lebih besar, tapi kami minta warga NU untuk menunggu dulu dan bersabar karena Polda masih bekerja,” ujarnya.

Di lain tempat, saat kapolda Jatim hendak lepas landas menuju lapangan SMA 3 Pamekasan di mana helekopternya diparkir, puluhan masa aksi sudah stanby di jalan simpang tiga SMK 3 Pamekasan menghadang kepergian Irjen Pol Mohammad Fadil Imran dan menyampaikakan seruan kecewa karena kasus ujaran kebencian itu belum juga terungkap.

Koordinator lapangan (Kolap) aksi tersebut, Taufikur Rahman, mengatakan, pihaknya kecewa karena Polda Jatim sangat lamban dalam mengungkap kasus ini. Menurutnya, dalam kasus lain Polda Jatim bisa diacungi jempol dalam melaksanakan tugas, tetapi dalam kasus ini Polda justru mandul.

Sebagai bentuk kekecewaannya, mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan ungkapan kekecewaan terhadap Polda dan diperlihatkan kepada Irjen Pol Mohammad Fadil Imran saat melintas menuju lapangan SMA 3 Pamekasan untuk take off.

“Janji kapolda ini omong kosong, yang sebelumnya mengatakan akan memperjuangkan martabat ulama justru saat ulama kami dilecehkan mereka mandul,” tegasnya. (ali/waw)

Komentar

News Feed