oleh

Kunjungi Madura, Pelatih Timnas: Fisik Pemain Lemah!

Kabarmadura.id-Untuk kali pertama, Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia Shin Tae-Yong menginjakkan kaki di Kabupaten Bangkalan, Rabu (12/2). Dia hadir ke Stadion Gelora Bangkalan (SGB) guna menyaksikan laga kedua Grup A Piala Gubernur Jawa Timur (PG Jatim) 2020.

“Saya ingin memantau langsung pemain Indonesia, terutama yang berlaga dalam PG Jatim,” terang Shin Tae-Yong.

Diketahui, telah berlangsung pertandingan kedua Grup A PG Jatim 2020 di SGB, Rabu (12/2/2020). Saat itu, Bhayangkara FC melawan Persebaya Surabaya, lalu dilanjutkan Madura United kontra Persik Kediri.

“Saya hadir guna memantau semua pemain Indonesia, tidak hanya fokus bagi pemain yang dipanggil Tim Nasional Indonesia pada training centere (TC) sejak Jumat (14/2/2020),” ungkapnya.

Lebih jelas, kata mantan Pelatih Tim as Korea Selatan di Piala Dunia 2018 itu, kehadirannya guna memantau kualitas dan kondisi fisik pemain.

“Untuk pertama, tujuannya datang ke Madura. Datang ke Madura untuk cek kondisi pemain Indonesia, bukan hanya yang dipanggil Timnas (Indonesia) saja, tapi seluruh pemain Indonesia. Saya mau melihat kualitas pemain Indonesia seperti apa dan kondisi pemain seperti apa, dan fisik pemain seperti apa,” tuturnya

Di samping itu, arsitek yang hanya berbahasa Korea itu membeberkan hasil pantauannya. Yakni, pemain Indonesia lemah dalam fisik.

Menurutnya, pemain Indonesia harus kuat fisiknya agar mentalnya kian naik. Dia berkomitmen untuk menaikkan fisik dan mental atlet sepakbola Indonesia guna bisa bersaimg di Asia.

“Kalau pemain punya fisik bagus, mental pasti naik. Fisiknya (Pemain Indonesia) masih rendah, otomatis mental masih rendah. Saya mau bikin fisiknya bisa bermain 90 menit dan bersaing di Asia,” sambungnya.

Selain itu, Shin Tae-Yong juga bertemu semua pelatih dari empat tim di Grup A PG Jatim 2020. Tujuannya, dia berterima kasih atas kerelaannya melepas pemain ke TC.

“Kalian semua tahu tanggal 14 Februari TC di Jakarta. Tapi, ini memang di luar agenda FIFA. Saya ucapkan terima kasih ke semua pelatih, karena ini bukan agenda FIFA, tapi mereka mau lepas pemainnya. Makanya, saya ucapkan terima kasih,” pungkasnya. (idy/nam)

 

Komentar

News Feed