Kuota PBI JKN Membengkak Hinggga 630.681 Jiwa

  • Whatsapp
MEMBENGKAK: Dinsos Kabupaten Sampang menyebut jumlah kuota warga yang ter-cover PBI JKN tahun ini mencapai 630.681 jiwa.

Kabarmadura.id/Sampang-Data Dinas Sosial (Dinsos) Sampang menyebutkan, tahun ini kuota peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) mengalami penambahan signifikan. Jika pada tahun 2018 kuota PBI Sampang masih sebanyak 606.000 jiwa, tahun ini jumlah warga yang tercover PBI membengkak hingga 630.681 jiwa, atau bertambah sekitar 24.681.

Kepala Dinsos Sampang Moh. Amiruddin saat dikonfirmasi melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Sri Sunarsih mengatakan, setiap tahun kuota PBI JKN di wilayahnya terus bertambah.

Kendati demikian, penentuan tambahan kuota sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan untuk membayar premi. Sedangkan Dinsos hanya sebatas melakukan verifikasi kelayakan pada penerima sesuai Basis Data Terpadu (BDT) yang ada.

“Kuota PBI JKN untuk Sampang tahun ini sudah ditentukan dari pusat sebanyak 630.681 jiwa, ada penambahan dari tahun sebelumnya 24.681 jiwa,” ucap Sri Sunarsih kepada Kabar Madura, Senin (23/9).

Lebih lanjut dirinya menjelasakan, penembahan kuota PBI JKN tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI nomor 028/HUK/2019 tentang penambahan penerima bantuan PBI JKN tahun 2019 di Kabupaten Sampang.

Kementerian Sosial (Kemensos) menambah kuota peserta JKN, khususnya warga Sampang yang tergolong kurang mampu. Penambahan peserta itu mengacu pada hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2015 lalu.

Lanjut Sri (sapaan akrabnya), kendati setiap tahun ada penambahan kuota JKN untuk warga Sampang dari pemerintah pusat. Namun hingga kini masih ada warga miskin yang belum tercover jaminan kesehatan.

Sri menegaskan, warga yang masuk dalam data penambahan peserta PBI yang baru itu, secara otomatis sudah bisa menikmati layanan kesehatan gratis, karena semua kartu penerima sudah didistribusikan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) bersama BPJS setempat beberapa waktu yang lalu.

“Kami tidak menampik masih ada warga miskin yang belum tercover PBI JKN ini, tetapi masih bisa diajukan untuk dicover PBID, karena kalau mengajukan tambahan kepada pemerintah pusat prosesnya lama,” terangnya.

Berbeda dengan Dinsos, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi menyebut, jumlah warga miskin di Sampang yang tercover PBID tahun ini mencapai 90 ribu jiwa, karena tahun ini ada penambahan peserta sekitar 40 ribu jiwa dari tahun sebelumnya berjumlah 50 ribu, penambahan peserta itu dilakukan secara bertahap.

“Peserta BPID tahun ini berjumlah 90 ribu jiwa ini, maka pagu anggaran untuk pembayaran premi yang disediakan oleh pemkab mencapai sebesar Rp13 miliar,” tukasnya. (sub/pin).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *