oleh

Kuota Program Transmigrasi di Kabupaten Sampang Dipangkas

Kabarmadura.id/Sampang-Kuota program perpindahan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk ke daerah lain di dalam wilayah Indonesia atau transmigrasi pada tahun 2020, hanya tersedia untuk tiga kepala keluarga (KK). Bahkan, pemberangkatan untuk program itu masih harus menunggu tahun 2021 mendatang.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang Suhartini Kaptiati melalui Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Tenaga Kerja Agus Sumarso menjelaskan, tahun ini kuota program transmigrasi berkurang. Dari jumlah lima KK pada 2019, kini kuota hanya tersedia untuk tiga KK. Selain itu, proses pemberangkatan tidak bisa dilaksanakan tahun ini, lantaran daerah tujuan belum siap menerima perpindahan.

“Daerah tujuan ke Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, tapi untuk pemberangkatannya masih menunggu tahun depan, karena sekarang tidak bisa,” kata Agus Sumarso kepada Kabar Madura, Senin (6/7/2020).

Dia membeberkan, jumlah warga di Kota Bahari yang mendaftar program transmigrasi tersebut sudah melebihi kouta yang ada, sehingga harus dilakukan seleksi kelayakan dan kesiapan para calon pendaftar untuk diberangkatkan ke daerah tujuan migrasi itu.

Dia mengungkapkan, sasaran masyarakat yang bisa difasilitasi oleh pemerintah pusat untuk melakukan transmigrasi dipusatkan di wilayah yang menjadi kantong-kantong TKI, seperti di Kecamatan Karangpenang lainnya.

Lanjut dia, para transmigran nantinya diarahkan untuk bekerja di sektor perkebunan atau pertanian. Akan tetapi sebelum diberangkatkan,  para transmigran masih akan dibekali pengetahuan yang mempuni melalui pelatihan selama satu pekan.

Sambung dia, para transmigran nantinya mendapatkan berbagai fasilitas dari pemerintah, diantaranya rumah tempat tinggal, jaminan hidup, layanan listrik dan air bersih, serta tanah seluas 2 hektare bersertifikat resmi. Mereka nantinya akan berprofesi sebagai petani yang ditugaskan untuk bercocok tanam dan mengelola lahan pertanian.

“Syarat mengikuti program transmigrasi ini harus berkeluarga, dibuktikan dengan kepemilikan surat nikah dan KK serta dapat memenuhi berbagai persyaratan lainya,” bebernya.

Sementara itu, Basyir (27) salah seorang warga Karangpenang, Sampang, meminta pihak Diskumnaker agar mensosialisasikan program tranamigrasi tersebut. Sebab selama ini kata dia, pihaknya belum pernah mendengar terkait program itu.

“Dari dulu sampai sekarang, saya belum pernah mendengar program transmigrasi ini, belum pernah ada sosialisasi dari pemerintah kok,” singkatnya. (sub/pin)

Komentar

News Feed