KUPP Branta Mengajukan Anggaran Rp30 Hingga Rp50 Miliar untuk Pembenahan Fasilitas Pelabuhan Trunojoyo, Kabupaten Sampang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) BENAHI FASILITAS : Jumlah kapal yang menggunakan jasa Pelabuhan Trunojoyo, Desa Taddan, Kabupaten Sampang mengalami peningkatan. 

KABARMADURA.ID, SAMPANG  -Aktifitas di Pelabuhan Trunojoyo, Desa Taddan, Kabupaten Sampang terus meningkat. Tidak pelak,  tahun depan akan digelontor dana puluhan miliar untuk penambahan beberapa fasilitas. Direncanakan, akan dibangun dermaga pelengsengan, tempat tunggu penumpang dan sejumlah fasilitas lainnya. Sedangkan untuk tahun ini, masih dalam proses penyusunan anggaran.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Branta Edi Kuswanto membenarkan adanya rencana pembangunan dermaga pelengsengan dan penyusunan perencanaan anggaran di tahun ini. Pengajuan dana untuk pembangunannya kurang lebih Rp30 miliar hingga Rp50 miliar.  “Pembangunan dermaga pelengsengan perlu, tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Minggu (17/01/2021).

Menurutnya, jika minggu lalu tim dari Pelabuhan Trunojoyo sudah ditugaskan untuk menyusun anggaran di Jakarta. Sehingga, tahun depan dipastikan sudah dimulai pembangunannya. Dengan adanya fasilitas itu, semua jenis kendaraan bisa turun di Pelabuhan Taddan. Selama ini, diakui jika mobil berbagai jenis belum bisa turun di pelabuhan Taddan. 

“Itu yang menjadi salah satu pertimbangan penumpang. Padahal pelabuhan ini sangat strategis. Jika semua sudah lengkap, saya yakin pelabuhan ini lebih berkembang dan menjadi pilihan para penumpang,” katanya. 

Laki-laki yang sukses mengoperasikan pelabuhan Telaga Biru Tanjung Bumi itu menambahkan, pelabuhan sudah beroperasi dengan baik, maka akan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. “Sehingga kami lakukan percepatan pembangunannya,” jelasnya. 

Pantauan Kabar Madura, lalu lalang Kapal Feri Dharma Kartika rutin melintas menurunkan penumpang di dermaga Pelabuhan Taddan. Namun jumlah penumpang masih sedikit. Rata – rata penumpang merupakan pejalan kaki. Sebab, selama ini penumpang yang menggunakan roda empat belum bisa turun di Pelabuhan Trunojoyo. 

Karena belum ada dermaga pelengsengan khusus untuk kapal jenis feri. Sehingga, pemanfaatan pelabuhan masih terbatas. Selain kapal komersil, sejumlah kapal lainnya sudah mulai melakukan pelayanan di Dermaga Trunojoyo. Bahkan, setiap bulan rata – rata 30 hingga 40 kapal yang melakukan bongkar muat. (man/ito)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *