Kurang Anggaran, Pemkab Sumenep Tunda Pengambilalihan Wisata Kermata

News154 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Rencana Pengelolaan Destinasi Wisata Telaga Kermata di Kecamatan Saronggi pesimis dikelola tahun 2023. Sebab, hingga saat ini tidak ada anggaran. Harapannya, mendapatkan di perubahan anggaran keungan (PAK).

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Mohamad Iksan mengatakan, perencanaan tersebut akan diusulkan di PAK 2023. Sebab, saat ini tidak ada anggaran. Kebutuhannya senilai Rp5 miliar. Akan diperjuangkan pada dana alokasi khusus (DAK) fisik.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

“Jika tidak bisa di PAK, maka 2024 dapat tereksekusi nantinya,” katanya, Kamis (16/3/2023).

Menurutnya, awalnya pada 2023 dapat dilakukan, tetapi karena anggarannya tidak ada, maka bisa saja pada tahun 2024 mendatang. Tujuan akan dikelolaanya tersebut, selain pemandangannya bagus, juga dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD) wisata di Sumenep.

Baca Juga:  Pelatihan Keterampilan Kerja di Pamekasan Sepi Peminat, Terancam Tidak Terlaksana Sesuai Jadwal

Destinasi wisata tersebut sudah ada sebelumnya, karena kurang terawat, maka akan dikelola Pemkab Sumenep agar tidak mubazir.

“Saat ini masih diperjuangkan, harapannya pengelolaan itu dapat mengantarkan Pemkab Sumenep untuk meraup untung,” tandasnya.

Dijelaskan, ketika sudah mendapatkan dana Rp5 miliar, akan diperjuangkan untuk mendapatkan dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara(APBN).

Hingga saat ini, destinasi wisata yang dikelola Pemkab Sumenep masih Pantai Lombang di Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Pantai Slopeng dan Museum Keraton.

“Semuanya dilakukan secara bertahap, karena berkaitan dengan anggaran,” ucap dia.

Baca Juga:  Relokasi Pasar Srimangunan, Pemkab Sampang Enggan Beri Kompensasi Pedagang

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sami’oeddin juga memberi tanggapan mengenai rencana itu. Dia mengatakan, capaian PAD sektor wisata nyaris tidak mencapai target. Tetapi, jika ada penambahan wisata, dimungkinkan banyak meraup hasil. Harapannya, capaian tersebut bisa melampaui target misalnya mencapai Rp800 juta lebih.

Dirinya berharap, agar dinas terkait lebih intens lagi dalam mengawal keuangan dalam hal pendanaan perlu dilakukan trasparansi, serta wisata yang belum menyumbag PAD lebih banyak diharapkan ada.

“Dari sektor wisata, sangat penting untuk menambah PAD,” pungkasnya.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *