oleh

Kuras Anggaran, Belum Hasilkan Produk

Program Tefa SMK Minim Manfaat

Kabarmadura.id/SAMPANG-Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Cabdin Prov Jatim) Kabupaten Sampang menyebut, program teaching factory (Tefa) minim manfaat. Sebab, tujuan guna meningkatkan kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sesuai yang dibutuhkan industri, tampaknya tidak tercapai. Tuntutan agar setiap lembaga penerima Tefa menghasilkan produk sesuai dengan tuntutan pasar, justru jauh dari harapan.

Program Tefa berwujud penyaluran bantuan dana pembinaan dan peralatan produksi dari pemerintah pusat dan Provinsi Pemprov Jatim. Sayangnya, lembaga SMK di Sampang yang menjadi penerima program Tefa belum terbukti menghasilkan produk sesuai kebutuhan pasar.

Kepala Cabang (Kacab) Disdik Prov Jatim wilayah Sampang Assyari berujar, sejatinya program Tefa sudah digalakkan sejak tahun 2017. Setiap tahun sekurangnya ada tiga lembaga SMK negeri dan swasta menjadi penerima program tersebut. Namun hingga kini, belum ada produk yang dihasilkan menjadi terkenal.

Kata Assyari, bantuan program Tefa itu, langsung disalurkan ke setiap lembaga penerima. Pihaknya mengaku tidak tahu persis lembaga SMK mana saja yang sudah menerima program Tefa.  Pihaknya mengaku tidak dilibatkan dalam proses penyaluran dan pemantau program tersebut.

”Yang jelas, lembaga penerima Tefa ini, harus menghasilkan produk sesuai kebutuhan pasar. Namun, sejauh yang kami ketahui belum ada lembaga yang menghasilkan produk yang terkenal,” ujar Assyari saat ditemui Kabar Madura di ruang kerjanya, Senin (11/3).

Dijelaskan, setiap lembaga penerima program Tefa mendapat bantuan dana sebesar Rp250 juta dan sejumlah peralatan produksi untuk menunjang keterampilan siswa dalam memproduksi potensi lokal. semisal peratan tehnologi pertanian, dan sebagainya.

Program tefa tersebut, pada dasarnya untuk memberikan penguatan kepada lembaga penerima dalam mengelola potensi-potensi lokal di daerah untuk menghasil produk sesuai kebutuhan pasar. Itu sebagai pertanggung jawaban atas bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah pusat dan Prov Jatim.

”Program ini, diharapkan dapat menguatkan potensi lokal dan produk yang dihasilkan SMK semakin dikenal dan lembaga bisa mendiri,”ungkap pria asal kabupaten Sumenep itu.

Lebih lanjut, Ia menegaskan, lembaga SMK penerima bantuan tefa tersebut, hingga saat ini sudah ada sekitar enam lembaga yang tersebar diberbagai wilayah. Salah satunya, SMKN 3 Sampang pada tahun 2018 dan sebagainya. Sementara untuk produk yang dihasilkan, pihaknya mengaku belum tahu, karena tidak terlibat dalam proses pemantauan dan monitoring progres realisasi program tefa di sejumlah lembaga.

”Untuk mendapatkan bantuan ini, sekolah harus mengajukan kepada Pemprov Jatim dan pusat. Kami hanya sebatas merekomendasi jika ada lembaga yang hendak mengajukan. Sedangkan hasilnya kami tidak tahu, karena bantuan langsung disalurkan ke lembaga penerima,” pungkas Assyari. (sub/nam)

Komentar

News Feed