oleh

Kuras Rp14 M per Tahun, Bangkalan Gagal Atasi Masalah Sampah

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pengelolaan sampah di Bangkalan yang terus berpolemik, semakin banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak. Yang semakin memanaskan suasanya, ternyata ditemukan ada anggaran besar untuk mengurusi sampah, Rp14 miliar per tahun.

Dengan begitu, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Effendi semakin mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera mencarikan solusi permasalahan sampah tersebut.

“Kalau anggaran pengelolaan sampah per tahunnya itu sekitar Rp14 miliar, termasuk pengelolaan, armadanya dan kegiatan ruang terbuka hijau (RTH)-nya. Namun, permasalahan sampah masih menjadi isu krusial dan belum ada penyelesaian,” ujarnya.

Politikus asal Partai Gerindra ini mengungkapkan, dirinya telah memanggil DLH beberapa waktu lalu.

Dari hasil pertemuannya tersebut, pihak DLH menjanjikan kepada legislatif, tempat pembuangan akhir (TPA) yang sudah overload, masih bisa menampung sampah di Bangkalan. Saat ini, sampah yang dihasilkan mencapai 30 kubik per-harinya.

“DLH meyakinkan kami bahwa TPA yang ada saat ini masih bisa menampung sampah 3 sampai 4 tahun ke depan. Kami sudah sampaikan pada DLH mengenai permasalahan ini,” terangnya.

Dalam koordinasinya tersebut, DLH sudah berencana membuat sistem pengolahan sampah. Sampah-sampah tersebut akan diolah dan dijadikan batu bata. Namun, realisasi pengolahan sampat tersebut masih terkendala dengan lahannya.

Effendi menerangkan, saat ini lahan TPA yang tersedia masih 2,5 hektar. Padahaluntuk pengelolaan sampah tersebut, dibutuhkan lahan seluasnya kurang lebih 5 hektar.

“Itu yang menjadi kendala, lahan kita masih kurang. Jika itu nanti terealisasi, kita membutuhkan 50 kubik sampah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Bangkalan Hadari mengungkapkan, dirinya sudah mengupayakan untuk selalu meningkatkan pelayanan.

Sedangkan untuk masalah sampah yang masih tercecer di beberapa ruas jalan di Kota Bangkalan, kata Hadari, akan menyediakan kontaktor. Namun akan direalisasikan pada tahun depan.

“Untuk pasangan truk kontraktor ini adalah TPS-TPS mobile, akan direalisasikan tahun 2020. Sehingga saya harap tidak ada sampah yang masih berceceran terutama di kota,” katanya.

Menanggapi TPA di Desa Buluh, Kecamatan Socah telah overload yang overload, Hadari mengakui dan telah menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dirinya hanya berharap, solusi yang ditawarkannya terealisasi di pengadaan alat triwulan pertama tahun 2020.

“Masalah TPA yang overload, kita sudah carikan solusinya. Yakni tahun 2020 nanti akan kami sediakan alat berat yang namanya buldoser. Alat tersebut akan mengelola sampah. Sehingga, TPA ini akan bertahan kurang lebih selama 3 tahun lagi,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed