oleh

Kurva Terus Meningkat,Peran Posko Covid-19 Sampang Mulai Diragukan

Kabarmadura.id/SAMPANG-Lantaran dinilai kurang efektif dalam upaya menekan penyebaran wabah Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Sampang,keberadaan posko dan sub posko pencegahan wabah tersebar di berbagai wilayah tersebut disoal dan diminta segera dievaluasi. Terlebih, beberapa hari terakhir ini kurva kasus Covid-19 di Sampang terus melonjak.

Uptade data peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Sampang per Selasa 2 Juni 2020 menunjukkan, orang dalam pemantauan(ODP) sebanyak 494 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 15 dan pasien terinfeksi Covid-19 sudah tercatat sebanyak 29 orang. Dari 29 pasien terinfeksi Covid-19 itu, 4 di antaranya dinyatakan sembur, 24dirawat dan 1 orangmeninggal.

Atas kondisi tersebut, Ketua DPRD Sampang Fadol mendorong timgugus tugas untuk segera melakukan evaluasi terhadap keberadaan posko Covid-19, seperti di posko di Jalan Wijaya Kusuma, jembatan timbang Jrengik dan wilayah pantura.

Pasalnya, selama ini keberadaan posko tersebut tidak terbukti menekan penyebaran wabah Covid-19 di wilayah itu, mengingat kurva kasusCovid-19 belakangan ini terus meningkat.

Kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, alangkah baiknya pemkab melalui Gugus Tugas Sampang segera mengevaluasi keberadaan sejumlah posko tersebut, agar penyerapan anggaran pemerintah itu lebih tepat sasaran dan efektif dalam pembelanjaan penanganan Covid-19 tersebut.

Tepat sasaran dan efektif yang dimaksud, seperti penambahan ruang rawat isolasi, kerena dari informasi yang beredar, ruang rawat isolasi di BLK dan RSUD sudah kurang memadai manampung pasien.

“Jika melihat perkembangan beberapa hari terakhir ini, kami sarankan gugus tugas segera mengevaluasi posko-posko ini, biar anggaran penanganan Covid-19 yang mencapai ratusan miliar, tidak sia-sia, lebih efektif, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan,” ucap Fadol kepada Kabar Madura, Selasa (2/6/2020).

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sampang Yuliadi Setiawan berjanji, dalam waktu dekat bakal mengevaluasikeberadaan sejumlah posko tersebut.Setidaknya untuk membuktikan apakah keberadaan posko itu masih penting, strategsi atau sudah tidak dibutuhkan lagi, karena posko itu juga memakan anggaran yang banyak.

Masih kata pria yang akrab disapa Wawan itu, saat ini Pemkan Sampang lebih fokus pada upaya pelacakan terhadap potensi-potensi yang menjadi sumber penyebaran Covid-19 tersebut.

“Yang jelas, kami sudah mulai mengevaluasi keberadaan posko-posko ini, sudah difokuskan terhadap upaya pelacakan terhadap keluarga, lingkungan sekitar para pasien untuk meminimalisr penyebaran Covid-19 mulai dari tingkat desa hingga kabupaten,” terang Wawan.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sampang Djuwardi melalui Ketua Tim Medis Covid-19 Agus Mulyadi menjelaskan, ketersedian ruang rawat isolasi, baik di BLK dan RSUD dr Mohammad Syn Sampang sudah ditambah 52 unit.Perinciannya, di BLK 42 unit dan RSUD 10 unit.sebelumnya ruang rawat isolasi yang tersedia hanya 12 unit.

“Penambahan ruang rawat isolasi ini sudah kita lakukan, sekarang tempat tidur yang tersedia baik di BLK dan RSUD sekitar 52 unit, kemungkinan sudah cukup, tapi kalau masih dirasa kurang, tentu kita tambah lagi sesuai kebutuhan,” tandasnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed