KWB Komitmen Junjung Tinggi Nilai Profesionalisme Pers

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M) MERAYAKAN: KWB Bangkalan bersama Forkopimda memberikan santunan kepada anak yatim.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pada momentum Hari Pers Nasional (HPN) ke-75, banyak hal yang dilakukan oleh sejumlah insan pers. Seperti jurnalis yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Bangkalan (KWB). Salah satunya dengan mengadakan kegiatan penguatan mental jurnalis, juga santunan anak yatim. HPN yang biasa diperingati setiap tanggal 9 Februari itu, pada tahun ini  mengangkat tema Bangkit dari wabah Covid-19.

Ketua KWB Bangkalan Ismail Hasyim berharap insan pers ke depannya dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah, serta  membantu masyarakat memahami kebijakan maupun informasi yang ada. Termasuk dalam menangkal berita hoaks.

Bacaan Lainnya

Pada momentum HPN kali ini, ia berpesan bagaimana insan pers juga memiliki jiwa sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Santunan anak yatim tentu  menjadi salah bukti bagaimana wartawan selain kritis juga memiliki kepedulian.

“Sehingga, tercipta kemitraan yang lebih baik melalui pemberitaan-pemberitaan yang menjunjung tinggi prinsip profesionalisme dan etika jurnalistik,” kata Ismail, Selasa (9/2/2021).

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menuturkan, pers menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam perannya menjadi referensi untuk mengetahui informasi dan isu-isu strategis.

Pada peringatan HPN kali ini, dia berharap, pers tetap menjadi sarana informasi terpercaya untuk masyarakat. Terutama saat menghadapi kondisi wabah Covid-19 seperti sekarang.

“Pers tidak boleh lelah dan harus terus semangat untuk menjadi sarana informasi terutama di masa pandemi seperti sekarang ini,” ujarnya.

Dengan tema bangkit dari wabah Covid-19, pers berkualitas rakyat cerdas. Untuk itu, bupati juga berharap pers tetap menjaga nilai-nilai kritisnya, berupaya selalu independen dan menjunjung tinggi integritasnya.

Menurut Ra Latif, sapaan akrabnya, peran pers di masa wabah sangat penting. Informasi positif yang disebarkan pers bisa berpotensi menciptakan rasa optimis kepada masyarakat. Pers juga bisa berperan menangkal hoaks terkait Covid-19.

Melalui independensi dan integritas pers, Ra Latif mengaku, pesan-pesan positif untuk membantu membangkitkan optimisme masyarakat menghadapi wabah sangat bermanfaat. Sebab, dalam situasi saat ini, dibutuhkan kerja sama seluruh pihak untuk saling menguatkan.

“Semoga pers khususnya di Bangkalan senantiasa menjunjung nilai independensi, dan dapat terus menyebarkan kebermanfaatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (ina/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *