Lagi, Oknum ASN Terjaring Kasus Narkoba

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Polisi Resort (Polres) Sumenep kembali menjaring oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep, berinisial JHT (41), lantaran kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis sabu.
Oknum ASN yang berdomisili di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget Sumenep itu, merupakan salah satu pegawai di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertenakan. JHT berhasil diamankan di dalam rumahnya.

Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menjelaskan, insiden penangkapan tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. Rumah itu diduga sering ditempati pesta sabu-sabu, sehingga dilakukan penyelidikan hingga berujung penangkapan.

“Dia diamankan saat berada di kediamannya, pada Ahad 29 September 2019, sekira pukul 19.00 WIB,” katanya.

Perempuan itu kembali menuturkan, berdasarkan hasil penggeledahan, polisi mengamankan barang bukti berupa dua poket/kantong plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu. Berat kotor masing-masing ± 0,48 gram, dan 0,38 gram, seperangkat alat hisap terdiri dari sebuah bonk terbuat dari 1 (satu) botol plastik kecil, pada tutupnya terdapat dua lubang masing-masing tersambung dengan potongan sedotan warna putih dan sebuah pipet kaca terdapat sisa sabu.

Selain itu, polisi juga mengamankan sobekan tisu warna putih, satu bungkus rokok kosong warna putih merk Sampoerna Mild, dan satu unit Handphone merk Samsung Grand pPrime warna putih.

Setelah dilakukan interogasi, ASN tersebut mengakui jika barang tersebut merupakan miliknya, dan langsung diamankan ke Mapolres Sumenep guna penyelidikan lebih lanjut.
Saat ini pria berkumis tipis itu telah ditetapkan sebagai tersangka dilanjutkan penahanan, dan dijerat dengan Pasal Pasal 114 ayat (1) Subs. Pasal 112 ayat (1) Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan Sumenep Bambang Heriyanto membenarkan adanya penangkapan anak buahnya berinisial JH dalam kasus sabu-sabu.

Abd. Madjid selaku Kepala BKPSDM menyampaikan masih belum mendapatkan laporan. “Kami belum mendapatkan laporan,” katanya. (ara/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *