Lahan Calon Kantor DPRD Sumenep Mulai Ditimbun, Didanai Rp1,1 Miliar


Lahan Calon Kantor DPRD Sumenep Mulai Ditimbun, Didanai Rp1,1 Miliar
(KM/IMAM MAHDI) DIMULAI: Pekerja sedang menimbun tanah di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan atau untuk dibangun kantor DPRD Sumenep yang baru. 

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep mulai dikerjakan.

Pengerjaannya sudah dimulai dengan penimbunan tanah. Anggaran keselurahan dari penimbunan hingga selesai dibangun ditaksir akan menelan Rp100 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangunan dan Gedung Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Benny Irawan mengatakan, penimbunannya di lahan seluas 1 hektare. Lokasinya di Desa Gedungan Kecamatan Batuan atau di Jalan Trunojoyo, Sumenep, tepatnya jalur utama Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Sumenep. 

Saat ini sudah ditetapkan bahwa proyek itu bersifat kontrak tahun jamak atau multi years contract. Penimbunan tersebut masuh dalam konstruksi tahap I. 

"Tanda tangan kontrak pertama sudah dilalakukan. Sehingga, penimbunan tanah mulai dilakukan," bebernya.

Dia mengutarakan, anggaran pelaksanaan penimbunan tanah tersebut senilai Rp1,1 miliar. Pekerjaan itu ditarget rampung di Oktober 2022. Di sela-sela melaksanakan penimbunan tanah, sambil lalu melaksanakan seleksi manajemen konstruksi, yakni pengawas yang akan digunakan untuk multi years contract saat ini sudah masuk lelang. 

Dengan begitu, pada akhir tahun 2022 sudah mulai diketahui manajemen konstruksinya. Setelah selesai penimbunan tanah, maka pada tahun 2023 sudah mulai dilaksanakan proses perencanaan dan pelaksanaan konstruksi hasil dari perencanaan yang sudah dibuat.

"Tugas manajemen konstruksi melaksanakan secara keseluruhan untuk pengerjaan tahun 2023-2024. Intinya tahun 2023 akan penunjukan pelaksana dan konstruksinya yang akan menyelesaikan hingga tahun 2024," paparnya, Kamis (29/9/2022). 

Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, dengan sudah dimulainya penimbunan tanah, sehingga perlu kewaspadaan dalam pengerjaan, utamanya untuk menjaga kualitasnya. 

"Kualitas pengerjaan betul-betul diperhatikan, agar tidak selalu memperbaiki nantinya," ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. Reporter: Imam Mahdi 
Redaktur: Wawan A. Husna