oleh

Lahan Integritas Garam di Pamekasan Dibiayai Rp500 Juta

KABARMADURA.ID, Pamekasan-  Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Pamekasan belum bisa memastikan panen garam di lahan integrasi. Sebab, untuk proses panen bergantung pada cuaca. Meski, garapan lahan tersebut dibiayai oleh Pemerintah Pusat.

Yakni menggunakan dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) sebesar Rp500 juta, belum tentu hasil panen sesuai target. Hal ini diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pembudidayaan Ikan (Diskan) Pamekasan Muhammad Istamam, Senin (39/09/2020).

Menurutnya, untuk proyeksi panen pada lahan integrasi garam yang mendapat anggaran dari pemerintah pusat itu, akan selesai pada bulan November mendatang. “Karena per hektar itu jadi 130 ton, saya targetkan begitu, ini khusus untuk lahan integrasi garam pada satu kali musim,” paparnya.

Dia menegaskan, untuk produksi dari lahan integrasi garam mempunyai standar tersendiri, karena  hasil panennya akan dijadikan garam industri, dengan tujuan untuk lebih mengangkat great kesejahteraan petani garam. “Untuk menjadi garam industri kami ada standart operational procedure (SOP) tersendiri, karena geo membrannya 0.5,” tegasnya.

Muhammad Istamam menjelaskan, pada lahan integrasi itu sudah sangat berbeda dengan lahan produksi garam pada umumnya. Sebab untuk proses panen tersedia SOP. Menurutnya,  jika pada lahan petani garam biasanya membutuhkan 5 hari untuk panen maka untuk lahan integrasi garam itu membutuhkan waktu kurang lebih 20 hari.

“Jadi membutuhkan waktu sekitar 20 hari karena lapisannya 0.5, sehingga kalau mengais garamnya tidak akan sobek,”urainya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra Pamekasan Rida’i menyampaikan, pembinaan kepada masyarakat agar hasil panen petani bisa berkualitas dan berkuantitas tinggi, diharapkan pendampingan dioptimalkan. Sebab garam masih menjadi mata pencaharian andalan masyarakat pesisir.

“Pembinaan kepada petani garam terus dilakukan, agar hasil produksi garamnya bisa bersaing, sehingga tidak ada garam impor,”pungkasnya. (rul/ito)

Komentar

News Feed