oleh

Lahan Pertanian Kian Susut Tanpa Kendali

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Pembangunan infrastruktur dan perumahan mengakibatkan lahan pertanian semakin mengalami penyusutan. Di Kabupaten Bangkalan, banyak lahan yang awalnya digunakan untuk pertanian, kini berubah pada perumahan dan jalan.

Kasubag Program Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan Moh Ridwan menjelaskan, banyak alih fungsi dari pertanian  menjadi perumahan, jalan dan pertokoan.

“Memang benar saat ini banyak terjadi alih fungai tanah dari pertanian menjadi perumahan, jalan, dan toko,” tegasnya, Kamis (11/4).

Terkait alih fungsi tersebut, sebenarnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan  sudah mengambil tindakan dengan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Tanaman Pangan Berkelanjutan.

Dalam perda itu, mengatur tentang perlindungan, dengan melarang tanah produktif dialihfungsikan menjadi bangunan. Namun saat ini persoalannya menjadi lebih kompleks. Pertama, saat lahan tersebut dibutuhkan untuk pembangunan, maka lahan tersebut harus dilepas. Kedua, tanah-tanah yang dilindungi itu, ternyata bersertifikat tanah atas hak milik.

“Dengan banyaknya alih fungsi lahan, maka tanah yang dulu mampu menghasilkan kebutuhan pangan seperti padi, jagung dan lainnya, kini sudah tidak lagi,” ungkapnya.

Mesakipun lahan banyak yang beralih fungsi, namun Dispertahorbun Bangkalan tidak mengurangi target produksi pangan. Bahkan dari tahun 2018 ke 2019, target produktivitas pangan terus dinaikkan. Jika di tahun 2018 target produksi padi mencapai 330.000 ton, di tahun 2019 menjadi 331.000 ton.

“Kami sudah melakukan sebuah tata cara dalam pengelolaan atau metode yang kami akan lakukan, seperti, menggunakan benih unggul, pola budidaya yang lebih modern,” jelas Ridwan.

Dengan adanya penyusutan lahan ini, menurutnya, tanpa mencoba mencari alternatif dalam menanggulanginya, maka akan berpengaruh terhadap hasil pangan.

“Masyarakat harus diikut sertakan dalam mengendalikan alih fungsi ini, sehingga tidak berpengaruh terhadap hasil pangan. Dan memang bupati saat ini perhatiannya terhadap pertanian luar biasam,” pungkasnya. (km46/waw)

Komentar

News Feed