Belajar dari Rudi Hartono, Supir Ambulance RSUD Smart yang Jalankankan Tanggung Jawab Berbekal Keyakinan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) DISIPLIN: Rudi Hartono, sopir jenazah Rumah Sakit Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan saat menjalankan tugas.

KABARMADURA.ID – Dalam menangani wabah Covid-19, peran sopir ambulance tidak bisa dipandang sebelah mata. Kontribusi mereka cukup besar dalam mengantarkan pasien maupun jenazah Covid-19. Semisal Rudi Hartono, yang kesehariannya sebagai sopir ambulance di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN 

Bacaan Lainnya

Ia mengaku sudah bekerja mengantarkan jenazah sejak tahun 1995. Namun, sejak mengantarkan jenazah Covid-19, rasa was-was mulai muncul, sebab khawatir terinfeksi Covid-19. Namun, ia melawan kekhawatirannya tersebut dengan keyakinan dan ikhtiar menerapkan protokol kesehatan (protkes).

Pada pertengahan bulan Juli ia sempat tidak pulang selama 2 hari 2 malam. “Perasaan was-was pasti ada ketika kembali lagi dengan kewajiban dan tugas,” paparnya, Kamis (26/8/2021).

Pria kelahiran Kediri, 10 April 1975 tersebut menceritakan pengalamannya ketika sebagian masyarakat melarang dirinya memakai alat pelindung diri (APD), sebab mereka tidak ingin kerabatnya yang meninggal akibat Covid-19 diketahui oleh publik. Namun, ia tetap berupaya menyadarkan warga bahwa hal tersebut merupakan standar protokol kesehatan (protkes).

“Kalau angkat jenazah Covid-19 sering, dan kebetulan di samping mengambil jenazah dari ruangan, saya ikut mandikan juga, kalau tidak salah bulan kemarin itu ada 150 jenazah, kalau dirata-ratakan setiap hari ada sekitar 6 sampai 7 orang,” urainya.

Ia mengakui dalam melaksanakan tugasnya, paling jauh perjalanan ke Jakarta Timur. Ia mengaku menjalankan tugasnya tersebut dengan penuh kerelaan, sebab selain bernilai ibadah, ia yakin terhadap pertolongan Allah.

“Pesan saya, masyarakat bisa lebih dewasa dalam menyikapi, terutama kepada kami selaku petugas, yang paling saya tidak senang ketika ada ucapan, mak kabhi se e korona aki,” tukasnya. (maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *