Laju Inflasi di Bangkalan Terangkat 0,16 Persen

  • Whatsapp
(KM/Dokumen) RENDAH: Tingkat kesadaran masyarakat di Kabupaten Sampang untuk menggunakan masker di tengah wabah Covid-19 masih rendah.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Semenjak Covid-19 mewabah di sejumlah daerah, termasuk Bangkalan, harga bahan pokok mulai naik. Kenaikan terjadi paling menonjol yakni pada gula, cabai dan bawang. Akibatnya, laju inflasi mengalami kenaikan 0,16 persen selama wabah Covid-19.

Kepala Bagian (Kabag) Administrasi Perekonomian Sekretariat Kabupaten (Setkab) Bangkalan Iskandar Ahadiyat mengatakan, selama bulan April 2020, berdasarkan pemantauan dan survei yang telah dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bangkalan, tingkat inflasi terbilang stabil, karena didukung kecepatan pemerintah dalam memastikan pasokan dan distribusi bahan pangan. Selain itu, pemantauan harga juga dilakukan melalui TPID.

Bacaan Lainnya

“Kenaikan juga terjadi pada cabai, bawang merah dan gula. Untuk gula sendiri, karena faktor dari pabrik belum membuka penggilingan. Jadi ada kenaikan,” terangnya, Senin (4/5/2020).

Menurutnya, harga gula akan stabil jika pabrik sudah kembali membuka giling tebu. Begitu juga dengan harga cabai dan bawang merah yang banyak didapatkan dari luar Bangkalan. Sehingga, mengalami kenaikan dan kondisi saat ini banyak daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

“Kalau untuk pasokan beras, daging ayam dan daging potong masih aman,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bangkalan Widarto Adi Siswanto mengaku belum memastikan langsung berapa persen laju inflasi selama Covid-19. Sebab, katanya, pengukuran laju inflasi di Madura terpusat di BPS Sumenep.

Sedangkan daerah, hanya mengukur dan memastikan harga bahan pangan atau bahan pokok di pasar-pasar sebagai sampelnya.

“Inflasinya berapa persen, yang tau hanya di pusat. Untuk Madura pusatnya ada di BPS Sumenep. Kami hanya memantau harga melalui TPID,” tuturnya.

Lebih lanjut, katanya, laju inflasi banyak dipengaruhi dari kenaikan harga bahan pokok. Sementara ini, dia mengakui, bahwa harga gula, cabai dan bawang merah merangkak naik. Namun, untuk harga cabai cenderung fluktuatif. Untuk menekan laju inflasi sendiri, dirinya mengatakan, harus ada pasokan bahan pangan yang cukup untuk masyarakat.

“Lebih jelasnya inflasi di Bangkalan 3 bulan terakhir ini ada di TPID Pemkab Bangkalan. Kami hanya melakukan penghitungan jumlah harga saja,” tukasnya.

Sekedar diketahui, harga gula masih menduduki Rp17 rihu per kilogram. Sedangkan bawang merah mencapai Rp45 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit dalam sepekan ini mengalami penurunan dari Rp20 ribu menjadi Rp13 ribu per kilogram. Sementara itu, daging sapi dengan harga Rp110 ribu per kilogram dan daging ayam masoh Rp30 ribu per kilogramnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *