Lama Dihitung, Pencairan Tunjangan Paramedis Sumenep Tersendat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) KERJA BAKTI DULU: Tim medis saat ikut kegiatan pengamanan di posko Covid-19 Sumenep.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Saat menghadapi tantangan menangani wabah Covid-19, insentif tenaga medis di Sumenep justru tersendat. Sejatinya, insentif itu sudah dianggarakan, namun sampai saat ini belum sampai ke tangan paramedis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono menyampaikan, insentif untuk paramedis masih dalam tahap penghitungan.

Bacaan Lainnya

“Bukan besaran insentifnya yang dihitung dan selalu ditanyakan. Tetapi, perjuangan tenaga medis perlu diapresiasi dan layak mrndapatkan imbalan,” tegasnya.

Sementara menurut anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri, dinas terkait lamban dalam pendistribusian insentif paramedis. Padahal, tenaga medis adalah garda terdepan penanganan Covid-19. Terlebih mereka bekerja siang hari, siang malam. Sehingga dia ingin agar insentif tenaga medis dipercepat.

Syukri juga tidak ingin konsentrasi paramedis terpecah lantaran belum mendapatkan haknya dan terdesak kebutuhan sehari-hari.

“Kasihan mereka kan, terlebih saat ini sudah bulan Ramadan,” tegasnya, Senin (11/5/2020).

Sebagai legislator, dalam dalam waktu dekat ini berencana mengonfirmasi permasalahan tersebut ke dinas terkait dan sekretaris kabupaten (sekkab). Jika alasan masih penghitungan anggaran, diharapkan dipercepat.

“Awas jangan sampai mengambil kesempatan dari anggaran khusus Covid-19. Kami harap semua OPD tidak mempermainkan anggaran tenaga medis. Harus tepat sasaran,” tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kabupaten Sumenep Edy Rasyiadi mengatakan, belum cairnya insentif paramedis, karena semua kegiatan Covid-19 belum dicairkan lantaran masih dalam tahap pendampingan. masih.

Sedangkan nilai insentif yang akan diberikan untuk paramedis sebesar Rp75 ribu per hari. Rinciannya Rp50 ribu untuk kinerjanya dan Rp25 ribu makan. Menurutnya, nilai tersebut cukup layak, sebab mereka bisa bekerja 24 jam siang dan malam dengan sistem piket.

“Kami sangat prihatin terhadap tim medis. Sebab, kerjanya siang malam,” paparnya.

Berdasarkan hasil perhitungan sementara, kata Edy, tenaga medis yang bekerja di pos-pos penanganan Covid-19, bisa mendapatkan tunjangan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2,2 juta per bulan.

“Jumlah itu, belum termasuk gaji pokok yang diterima setiap bulannya,” tukas dia. (imd/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *