Lamban, 9 Proyek Fisik di Sumenep Belum Dikerjakan

  • Whatsapp
(KM/IMAM MAHDI) NAMPAK: Salah satu proyek fisik di Sumenep masih dalam tahap pengerjaan.

Kabarmadura.id/Sumenep-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep cukup lamban dalam mengerjakan proyek pembangunan fisik tahun anggaran 2020. Dari 9 proyek di bawah Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP dan CK) Sumenep, hanya 2 dalam proses pengerjaan, sementara 6 lainnya proses lelang dan satu di antaranya belum mulai lelang. (Selengkapnya lihat Grafis)

Kepala bidang (Kabid) Penataan Bangunan dan Lingkungan Hery Gushendrawan mengutarakan, perencanaan dan pengerjaannya akan dilakukan secara bersaman. Namun, hingga saat ini belum sesuai kenyataan. Akibatnya, ada yang dilelang dan ada pula yang masih pengerjaan. Namun demikian, akhir tahun diharapkan tuntas.

“Saat ini masih proses perampungan mas,” katanya, Minggu (25/3/2020).

Dijelaskan, pembangunan tersebut merupakan kelengkapan gedung di semua OPD yang nantinya bisa dipergunakan untuk keberlangsungan roda pemerintahan Kabuapaten Sumenep.

Menurutnya, jika semua gedung terbangun semua dan sudah lengkap dan fasilitas memadai, maka roda pemerintahan bakal berjalan sesuai harapan.

“Kami akan terus melakukan terobosan agar pengerjaan diselesaikan semua,” ujarnya.

Hery menjelaskan, pembangunan itu sesuai dengan perencanaan yang ada. Pastinya beberapa kajian sudah dilakukan rapat bersama serta angggarannya juga disesuaikan kebutuhan.

“Untuk anggaran itu sudah cukup,” ungkapnya.

Pengerjaan proyek dilakukan oleh pihak ketiga melalui proses lelang. Anggaran pembangunan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia berharap, semua anggaran diharapkan tidak sia sia sebab hal itu merupakan uang rakyat dan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep M Ramzi mengutarakan, semua proyek fisik harus dimaksimalkan untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Aktivis PMII itu meminta agar proyek dilaksanakan sesuai perencanaan, sehingga tidak melabrak deadline.

“Kami terus berharap agar semua proyek cepat terselesaikan. Dinas terkait harus dapat mengatur waktu dengan baik, agar tidak ada yang namanya putus kontrak maupun minta perpanjangan nantinya,” pungkasnya. (imd/pai)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *