oleh

Lamban, Pekerjaan Lingkar Utara Masih 12 Persen

Kabarmadura.id/Sumenep-Pembangunan jalan lingkar utara di Desa Kebunan yang tembus ke Desa Parsanga, Kecamatan Kota yang dikerjakan sejak tahun 2019 kini kembali dilanjutkan. Namun masih terialisasi sekitar 12 persen saja, dan berjanji pengawasan akan dimaksimalkan.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Sumenep Eri Susanto mengutarakan, pembangunan jalan lingkar utara terus berlanjut hingga selesai. Tetapi mengingat pekerjaan di tahun 2019 sempat bermasalah karena diduga kurang matang di perencanaan, sehingga sebagai bentuk evaluasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi maka pihaknya akan memaksimalkan pengawasan termasuk perencanaannya.

“Ya kemarin itu kan ada gua di bawah sehingga belum dilewati sudah retak, maka kami perbaiki itu. Dan agar pekerjaan lancar maka kejadian tidak terduga karena faktor alam tidak akan terjadi lagi, sebab rencana sudah matang untuk tahun ini,” katanya, Selasa (21/7/2020).

Pengerjaan proyek itu akan sudah mulai berjalan, meskipun masih sekitar 12 persen, dengan anggaraan tahun 2020 sebesar Rp22 miliar. Bahkan, jika kekurangan dana nantinya akan dapat mengusulkan lagi. Sebab, pembangunan tersebut sangat penting bagi masyarakat.

Capaian atau hasil persentase yang dimaksud menurut Eri, berdasarkan perhitungan bahan-bahan material yang sudah mulai sampai ke lokasi yang akan dilaksanakan.

Dijelaskan, sebelumnya anggaran proyek lingkar utara hanya senilai Rp15 miliar. Anggaran tersebut kemudian ditambah menjadi Rp22 miliar untuk jalan sepanjang 2,3 kilometer dan lebar 8 meter. Anggaran itu dianggap cukup karena sudah dilakukan kajian yang matang dan dapat dikerjakan sebagaimana mestinya.

“Itu sudah dikaji dengan beberapa tim, dan kami yang akan mengawasi langsung pengerjaannya, karena perhitungan tersebut sudah berdasarkan hasil pantauan di lapangan,” tegasnya.

Sekretaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep M. Ramzi mengatakan, pekerjaan pembangunan jalan lingkar utara bukan lagi tentang pengawasnya, yang terpenting sektor-sektor yang biasa meningkatkan pendapatan daerah juga harus diperhitungkan.

“Timbal balik ke masyarakat sendiri juga perlu diperhitungkan. Kualitas pembangunan jangan sampai belum dipakai sudah retak, nanti alasannya faktor alam, tidak ada lagi alasan konyol seperti itu,” paparnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed