Lambannya Pengerjaan, PT Garam Sebut Pengerjaan Buis Beton Ditangani Polres

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI ) BERMASALAH: Pengerjaan Buis Beton di Desa Banjar Barat dan Banjar Timur Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep belum selesai.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Lambannya pengerjaan Buis Beton, mulai menjadi bidikan pihak kepolisian. Sebab, ada indikasi ketidakberesan dalam hal pengerjaan. Proyek yang tinggal 1 persen itu, terindikasi bermasalah. Hal tersebut diungkapkan Humas PT Garam (Persero) Miftah, Selasa (24/11/2020).

Dia mengaku, pelaporan masalah pengerjaan dilakukan oleh salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM). Menurutnya, pihak kepolisian masih memproses masalah tersebut. Sedangkan pengerjaan tetap dilanjutkan.

Bacaan Lainnya

“Lambannya pengerjaan menjadi atensi dan saat ini sedang proses kepolisian,” paparnya.

Ditegaskan, dari segi perencanaan sudah matang. Namun, lantaran faktor cuaca tidak menentu mengakibatkan , terbengkalai. “Pada waktu memasang Buis Beton hujan. Sehingga, ketika dipasang tidak bisa. Hingga dihentikan dan dilanjutkan lagi,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini masih belum ada tindak lanjut mengenai pelaporan tersebut. Sehingga masih menunggu keputusan dari pihak kepolisian, apakah laporannya diterima atau tidak. “Intinya, masih menunggu sambil lalu dengan adanya bukti-bukti yang kuat,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhany Rahadian Basuki mengaku, masih ingin mendalami kasus tersebut secara bertahap. Termasuk, penetapan tersangka dan lainnya. “Jika masih belum kuat bukti-buktinya, maka gagal atau sebaliknya,” paparnya.

Sebelumnya, General Manager (GM) Pengembangan PT Garam (Persero), Idra Kurniawan mengatakan, perencanaan pengerjaan dibuat pada tahun 2012, hingga saat ini belum selesai.

“Pengerjaan awalnya dilakukan oleh PT Said dan pada waktu itu sempat bermasalah. Sehingga, sempat diputus kontrak,” ujarnya.

Setelah itu, dilanjutkan oleh PT Pundi di pertengahan 2019 hingga saat ini belum selesai. Bahkan, sudah masuk pada tahap denda. Sebab, masa kontrak nya hingga 28 Oktober 2020.

“Pengerjaan saat ini tinggal 1 persen, itu pun tinggal perataan tanah yang belum selesai dan saat ini diselesaikan oleh PT Pundi,” paparnya.

Diketahui, proses dari awal bersumber dari dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dan dari PT Garam Sendiri. “Dari PMN senilai Rp13 miliar dan selebihnya dari PT Garam,” pungkasnya. (imd/ito)

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *