Lambat Salurkan Buku Tabungan, Rekening 1.700 KPM PKH di Sampang Diblokir

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ist) MENGAGETKAN: Dinsos Sampang menelusuri sebab pemblokiran rekening bantuan PKH yang jumlahnya semakin bertambah.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Sebanyak 1.700 keluarga penerima manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) gagal memperoleh bantuan. Pasalnya, buku tabungan (butab) penerima terlambat disalurkan kepada penerima manfaat.

Akibatnya, ratusan buku tabungan diokir oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Sehingga para penerima gagal menerima haknya. Sampai saat ini, belum jelas kelanjutan proses agar hak para KPM mendapatkan bantuan itu bisa diwujudkan.

Bacaan Lainnya

Koordinator PKH Kabupaten Sampang Nanang Mulyadi saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui soal nasib bantuan KPM PKH yang diblokir. Sebab hal itu menjadi wewenang Kemensos.

Dengan kejadian itu, saat ini dilakukan pendataan kembali. Ditargetkan, data yang sudah noneligebel dan yang masih eligeble segera diketahui. Sebab diduga ada beberapa butab yang masih ngendap di Bank BRI.

Pendataan dilakukan agar tidak terjadi pemblokiran lebih banyak. Sebab, jika butab tidak segera diberikan, akan berdampak pada penumpukan bantuan. Jika tidak segera diambil, akan diblokir oleh Kemensos.

“Kami masih menelusurinya. Apakah masih ada data-data KPM PKH yang diblokir oleh Kemensos. Sebab masih ada buku tabungan yang ada di perbankan,” ungkap Nanang.

Nanang menjelaskan, 1.700 butab yang diblokir merupakan akumulasi dari beberapa tahun terakhir. Yakni sejak tahun 2019. Sehingga harus segera didata ulang.

Namun dia mengaku mengetahui bantuan yang diblokir setelah didata. Karena terungkap banyak rekening yang kosong. Sehingga ditelusuri kasus tersebut, dan akhirnya diketahui akibat pemblokiran.

Saat ini, petugas terus turun ke lapangan untuk menyisir data-data yang diblokir. Setelah itu akan dikalkulasi. Selanjutnya akan meminta kebijakan pembukaan rekening yang terblokir.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Mohammad Fadeli membenarkan hal itu. Menurutnya, pihaknya sudah memerintahkan semua petugas untuk memeriksa, agar diketahui total rekening yang diblokir.

“Selanjutnya akan kami cari solusi sesuai aturan. Akan dievaluasi apa penyebab utama pemblokiran, ” katanya. (man/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *