Lamongan Ditetapkan sebagai Juara Umum MTQ Jatim XXIX

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) BANGGA: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menyerahkan piala bergilir MTQ Jatim kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi.

KABARMADURA.ID | Hasil tidak akan mengkhianati proses. Begitulah ungkapan yang cocok atas usaha kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an Jawa Timur ke-29 (MTQ Jatim XXIX) asal Kabupaten Lamongan. Gelar juara umum MTQ Jatim pertama kalinya diraih kafilah Lamongan di Bumi Gerbang Salam.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Bacaan Lainnya

Selama 29 kali MTQ Jatim, baru kali ini Lamongan menyabet gelar juara umum. Di MTQ Jatim sebelumnya, Lamongan harus puas di posisi juara III setelah Tuban sebagai tuan rumah berhasil meraih juara umum dan Sidoarjo sebagai runner up.

Di MTQ Jatim kali ini, tiga kabupaten tersebut tetap berada di posisi tiga besar. Namun, Lamongan berhasil membalik keadaan, Tuban gagal mempertahankan gelar juara umum dan harus menerima sebagai juara III. Sementara Sidoarjo tetap berada di posisi runner up.

Perjuangan yang dilakukan Lamongan bukan sesuatu yang instan. Seleksi tingkat kabupaten telah dilakukan setahun sebelumnya. Dari seleksi itu diambil tiga besar. Satu bulan berikutnya, seleksi dilakukan kembali untuk mengambil juara I di masing-masing cabang lomba.

“Kami terus melakukan pembinaan. Sedikitnya 10 kali pembinaan kami lakukan. Kami juga lakukan tryout untuk seluruh peserta,” ungkap Kasubbag Kesmas Setda Lamongan Esti Nur Mulyani, Rabu (10/11/2021).

Kafilah Lamongan berhasil meraih juara I di lima cabang lomba; musabaqah hifdzil qur’an (MHQ) 30 juz putri, MHQ 1 juz tilawah putri, qiraat sab’ah mujawwad dewasa putri, musabaqah khattil qur’an (MKQ) naskah putri, dan MKQ hiasan mushaf putra.

“Juara II lima orang, juara III enam orang, harapan I dua orang, harapan II empat orang, dan harapan III dua orang. Total poin yang kami dapat 125,” tambah Esti.

Esti mengungkapkan kekagumannya terhadap objektivitas dewan juri dan sportivitas Pamekasan sebagai tuan rumah pada MTQ Jatim XXIX kali ini. Paslanya, Pamekasan berhasil membantah stigma negatif tentang posisi tuan yang diprioritaskan dalam ajang MTQ Jatim.

“Pamekasan memang top. Kami sangat bersyukur. Target kami selanjutnya yaitu bisa menorehkan prestasi di MTQ Nasional,” pungkas Esti.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *