Langkah Pj Bupati Sampang Evaluasi Pj Kades Jelang Pilkada Tuai Pro-Kontra

Politik41 views

KABAR MADURA | Kebijakan Pj. Bupati Sampang Rudi Afrianto mengganti Pj. kades di Sampang menjelang pilkada serentak dinilai melabrak aturan yang berlaku. Bahkan dianggap menunjukan adanya keberpihakan politik.

Penilaian itu diungkapkan unjuk rasa massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi dan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (DPD PABPDSI), Kamis (16/5/2024).

Dalam aksi yang digelar di depan kantor Pemkab Sampang di Jalan Jamaluddin tersebut, massa aksi juga menuntut agar Pj. Bupati Sampang Rudi Afrianto mundur karena dianggap hanya menjadi boneka politik semata.

Baca Juga:  Baru 8 Hari Jabat Pj Bupati Sampang, Warga Polisikan Rudi Arifiyanto

“Kami tidak keberatan apabila Pj. bupati Sampang mengganti Pj. kades akan tetapi semuanya ada aturannya, kami BPD yang juga punya SK bupati harus dilibatkan bukan langsung seenaknya dengan menabrak aturan yang berlaku,” ungkap korlap aksi, Rolis Sanjaya.

Di tempat terpisah, Wafi Anas, dari aktivis dan Koordinator Gerakan Sampang untuk Perubahan (GSP) mengatakan bahwa evaluasi dan mutasi Pj. kades di Sampang itu lumrah. Pasalnya, Pj. kades merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang diperbantukan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa oleh atasannya, bukan dipilih oleh rakyat.

Baca Juga:  KPU Pamekasan Akan Pilih Bank Penyimpan Dana Pilkada yang Support Timbal Balik

Selain itu, dalam membuat kebijakan Pj. bupati Sampang hanya melaksanakan amanat regulasi yang dibuat sebelum menjabat.

“Jadi, Pj bupati Sampang hanya menjalankan amanat peraturan dan itu pun segmen sasarannya terhadap ASN yang notabene menjadi bawahannya, ngapain diributkan,” tegasnya.

Wafi menilai, isu pencopotan Pj kades yang dibuat gaduh itu merupakan bentuk playing victim dan kepanikan.

Pewarta: KM74

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *