Langsung Masuk Rekening Sekolah, Masih Ada yang Nekat “Mainkan” Pencairan BOS

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) KLARIFIKASI: Kantor Disdikbud Pamekasan didemo sekelompok warga yang mencurigai ada pungutan dalam pencairan BOS dan BOP PAUD, Rabu (8/9/2021).

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Realisasi dua program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan dicurigai beraroma praktik pungutan. Program tersebut yakni bantuan operasional pendidikan (BOP) pendidikan anak usia dini (PAUD) dan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Kecurigaan itu disampaikan sekelompok warga yang mengatasnamakan Dewan Energi Aspirasi Rakyat Pamekasan, Jawa Timur (DEAR-Jatim). Mereka mencurigai adanya penarikan sejumlah dana dari proses pencairan BOP dan BOS.

Bacaan Lainnya

Ketua DEAR-Jatim Ach Faisol menyampaikan, pihaknya hanya ingin mengklarifikasi dari hasil investigasi yang telah dilakukannya di 4 lembaga pendidikan. Dari investigasinya itu, ada dugaan penarikan sejumlah dana pada proses pencairan BOP dan BOS, sehingga dana yang dialokasikan bisa tersampaikan dengan utuh kepada setiap penerima.

“Kalau BOP dan BOS ada pungutan liar, modus pertama dari lembaga itu ditarik uang sejumlah Rp2,5 juta dengan alasan yang tidak jelas, atas pengakuan dari beberapa lembaga, kami menyampaikan dengan data dan ada rekamannya,” papar Faisol saat mendemo kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Rabu (8/9/2021).

Dalam aksi demonstrasi yang dimulai sekitar pukul 09.30 tersebut, ditemui langsung oleh Kepala Bidang (Kabid)  Pembinaan Sekolah Menengah Disdikbud Pamekasan Ach. Rifa’e.

Ach. Rifa’i yang mewakili Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini mengatakan, proses pencairan dana BOS dan BOP sudah sesuai dengan regulasi yang petunjuk teknis  pengelolaan dana BOS reguler.

Regulasi yang dimaksud adalah Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2021. Selain itu, Permendikbud nomor 9 tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD.

Ditegaskan Rifa’i bahwa anggarannya dikirim dari rekening kas umum negara (RKUN)  ke rekening setiap lembaga pendidikan, Disdikbud tidak memiliki ruang untuk melakukan pemotongan.

“Kami pastikan tidak ada yang melakukan pemotongan dan penarikan sejumlah uang pada proses pencairan BOS dan BOP,” tegas Rifa’i.

Sejauh ini, jumlah dana BOS yang disalurkan pada SMP berdasar cut off Dapodik per 31 Agustus 20021, baik negeri dan swasta adalah sebesar Rp28,2 miliar. Sasarannya 21.528 siswa. Masing-masing siswa besarannya Rp1,3 juta.

Sedangkan untuk jenjang SD, ada 57.210 siswa yang menerima, setiap siswa dialokasikan Rp1,030,000, dengan total anggaran sebesar Rp58.9 miliar. Sementara untuk data penerima BOP tahun 2021 sebanyak 26.832 peserta didik dengan jumlah anggaran Rp8.049.600.000.

“Yang perlu dipahami, bahwa data siswa itu berasal dari sekolah masing-masing, jadi sekolah yang mengupload, kemudian dinas hanya memvalidasi, artinya datanya langsung ke kementerian lewat data pokok pendidikan (Dapodik),” pungkas Rifa’i.  (rul/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *