Lantaran Undangan Terselip, Pencairan BST Jadi Berbelit

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) JADI BERBELIT: 25 orang yang terdaftar jadi penerima BST tidak dapat langsung menerima bantuan lantaran tidak menerima undangan. 

Kabarmadura.id/Sampang/CAMPLONG-Banyaknya pendistribusian bantuan sosial (bansos) yang disalurkan pemerintah, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, justru mendapat keluhan dari warga.

Pasalnya, banyak warga yang terdaftar menjadi penerima bantuan sosial tunai (BST) berdasarkan data penerima, justru tidak dapat undangan untuk mencairkan bansos. Sedangkan untuk bisa mengambil bantuan tersebut, harus dibuktikan dengan undangan.

Bacaan Lainnya

Warga Desa Tanjung Kecamatan Camplong Sampang, Buradi mengatakan, di Desa Tanjung terdapat 25 warga yang terdaftar jadi penerima bansos, namun jumlah tersebut tidak menerima undangan sampai saat ini.

Kegelisahan tidak hanya selesai dengan menggerutu, dia dan beberapa warga lainnya sudah mengadu ke Dinas Sosial (Dinsos) Sampang tetapi diarahkan ke Kantor Pos.

“25 warga itu terdaftar jadi penerima BST tetapi tidak menerima undangan, saat mengadu ke Dinsos malah diarahkan ke Kantor Pos yang ada di Bangkalan,” ungkapnya, Minggu (7/6/2020).

Bahkan, daftar penerima BST sudah tersedia di websiteberdasarkan hasil pemeriksaan nomor induk kependudukan (NIK), namun anehnya, warga yang terdaftar jadi penerima itu tidak menerima undangan.

“Jika memang tidak menjadi penerima kenapa harus terdaftar jadi penerima, ini ada apa,” cetusnya.

Dengan ini,dia berharap dinas terkait harus berupaya untuk memberikan solusi, sebab warga yang terdaftar jadi penerima seakan diberikan harapan palsu.

“Saya harap dinsos memberikan solusi, bukan malah mengarahkan seperti ini, sebab kalau seperti ini,Dinsos tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Ali Mohdor, bahwa penyaluran undangan BST ini amburadul. Menurut warga Kecamatan Kedungdung ini, memang banyak warga yang terdaftar jadi penerima BST tidak dapat undangan.

“Kasus itu bukan hanya di Tanjung, tapi di Kedungdung juga sama,” tuturnya.

Menanggapi hal ini, Kepala bidang (Kabid) Penanganan Fakir Miskin dan Penanganan Sosial Dinsos Sampang, M. Nashrun mengakui bahwa banyak masyarakat yang mengadu terkait tidak menerima undangan tersebut.

Namun, pihaknya menuturkan, penyalurkan undangan penerima bansos tersebut tugas Kantor Pos, jadi jika penerima tidak mendapatkan undangan diarahkan lapor ke kantorpos terdekat.

“Ya memang banyak warga yang mengadu tidak menerima undangan, tapi saya arahkan untuk lapor ke kantor pos terdekat,” tuturnya.

Namun Nashrun memastikan, masyarakat yang terdaftar jadi penerima bansos namun tidak dapat undangan tersebut, disebabkan undangannya terselip saat pendistribusin.

“Mungkin saat undangan itu keselip, jadi tinggal lapor aja ke pos dengan membawa KTP,” pungkasnya.(mal/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *