Lapak PKL Suramadu Dibongkar Tanpa Ganti Rugi

  • Whatsapp
DIBONGKAR: Pedangang kaki lima di area Suramadu sedang membongkar tempat jualannya.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Pembangunan interchange, berimbas pada keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan kaki jembatan Suramadu. Kini mereka terpaksa harus membongkar lapaknya agar tidak tergusur oleh proyek pembangunan di sisi timur jembatan Suramadu itu.

Interchange yang dimaksud merupakan jalur cepat yang rencananya akan menghubungkan akses Suramadu ke Kecamatan Kwanyar dan Blega,

Sayangnya, pembangunan yang dilakukan oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) itu, tidak memberikan ganti rugi atas pembongkaran lapak para PKL. Padahal, pembongkaran yang dilakukan itu, dapat mengakibatkan kerugian bagi PKL yang sementara waktu harus berhenti berjualan.

Pihak BPWS sendiri mengaku, tidak diberikannya ganti rugi mengenai pembokaran PKL tersebut, dikarenakan pihak BPWS tidak mempunyai anggaran.

“Sementara ini tidak ada, tidak ada ganti rugi, sebab dari kita tidak ada anggaran. Seperti pembangunan yang ada di sebelah barat juga tidak diberi ganti rugi, maka kita samakan agar tidak ada gejolak antar pedagang,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Kelembagaan Komunitas Masyarakat (HKKM) BPWS Joni Iskandar saat meninjau lokasi pembongkaran PKL di kawasan Suramadu, Rabu (10/7).

Menurut Joni, para pedagang yang menempati lapak di kawasan kaki jembatan Suramadu agar bergeser ke lahan yang masih kosong. Sebab, pihaknya tidak ingin proses pembangunan interchange di sisi timur ini terganggu oleh adanya aktivitas PKL.

Bahkan Joni memberikan batas waktu para pedagang agar membongkar lapaknya hingga tanggal 12 Juli 2019, atau Jumat mendatang. Terdapat 54 lapak PKL di sisi timur yang akan terdampak pembangunan interchange.

“Para pedagang dengan segala kesadarannya saya harap agar membongkar lapaknya masing-masing dan bergeser. Waktu pembongkaran lapak kita berikan sampai hari Jumat, tanggal 12 Juli nanti,” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Paguyupan PKL Kawasan Kaki Jembatan Suramadu, Toyyib membenarkan hal tersebut. Toyyib mengungkapkan, para PKL harus membongkar lapaknya masing-masing agar tidak mengganggu proses pembangunan.

Lanjut Toyyib, PKL harus bergeser jualan di utara pembangunan atau harus menempati lahan-lahan kosong yang masih ada di sekitar jembatan Suramadu. Namun semua PKL telah menyetujui untuk bergeser ke lahan yang masih kosong. Sementara ini, menurut Toyyib, jumlah PKL yang berada di jembatan Suramadu berkisar hingga 600 lebih.

“Ada sekitar 600 lebih pedagang yang ada di jembatan Suramadu. Sementara yang berada di kawasan timur harus geser dulu ke utara atau lahan yang kosong,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *