Laporan Keuangan Janggal, Inspektorat Sumenep Ingatkan Desa

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) RAWAN: Pengerjaan proyek menjadi salah satu kegiatan yang tercatat rawan diselewengkan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Menjadi program wajib Inspekorat Sumenep dalam setiap tahun melakukan audit ke desa. Sementara untuk tahun 2021 ditargetkan ada ada puluhan desa yang akan dijadikan sampel dalam melakukan pemeriksaan keuangan desa


Inspektur Inspektorat Sumenep Titik Haryati mengatakan, audit merupakan program rutin tahunan yang berorientasi output dari 332 desa di Kota Keris. Sesuai catatan pihaknya akan  memeriksa 56 desa yang dijadikan sampel.

“Kalau jumlahnya masih belum kami ketahui, tetapi ada sekitar 50 persen desa yang sudah. Sementara temuannya pasti ada, tapi disilpakan, pengerjaan kurang dan ada yang tidak diselesaikan” katanya.


Meskipun secara detail batas waktu tidak ditentukan, artinya jika ada temuan dari hasil audit yang dilakukan tetap tidak ada itikad baik maka pihaknya akan memproses sesuai aturan berlaku. Jika aparatur sipil negara (ASN) maka akan diberikan sanksi sesuai ASN, jika bukan maka ada proses hukum nantinya.

Yati (sapaan akrabnya) menambahkan, walaupun tidak semua desa diaudit secara menyeluruh, dari total 27 kecamatan yang berada di ujung timur Pulau Madura ini hanya ada 2 desa di masing-masing kecamatan yang dilakukan pemeriksaan, tetapi secara bergilir di setiap tahun maka seluruh desa dipastikan akan dilakukann pemeriksaan.

“Sampai akhir tahun tidak apa-apa dan kami yakin kegiatan ini efektif ya walaupun tidak semua desa, tetapi kami kan melibatkan langsung camat, dan kepala desa, maka pasti desa-desa lain akan lebih berhati-hati karena tidak menutup kemungkinan sebentar lagi akan diaudit,” imbuhnya.

Selain melakukan audit, lanjut Yati, pihaknya juga langsung menyampaikan pembinaan kepada desa yang yang telah diperiksa, selain itu  juga sudah membuka layanan konsultasi melalui isnpektur pembantu (irban) yang dibagi ke semua wilayah.

“Tetapi semua desa nanti akan diaudit juga, digilir karena tidak memungkinkan kalau dilaksanakan satu tahun di semua desa di Sumenep termasuk yang di kepulauan,” papar dia.

Dia berharap, desa yang diaudit bisa memperbaiki pengelolaan keuangan dan pelaporan yang baik sesuai arahan dari tim auditor. Karena masih banyak temuan auditor yang harus dilakukan perbaikan, misalnya masih belum dibayarnya pajak, ada kekurangan pekerjaan, dan sejenisnya. Harapannya, hal-hal seperti itu ke depan tidak berulang. Misalnya, ada kekurangan volume yang diharapkan kedepan tidak ada yang diulang lagi.

Titik menambahkan, pada tahun 2020 sudah dilakukan audit berdasarkan anggaran tahun 2019. Sementara untuk tahun 2020 dilakukan saat ini. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *