oleh

Larang ASN Sampang Mudik ke Luar Madura

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Menindaklanjuti adanya larangan mudik dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) yang akan diterapkan pada 27 April 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor  800/1252/434.303/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah, dan atau Kegiatan Mudik hingga Cuti Bagi ASN dalam Masa Wabah Covid-19.

Aturan itu diperkuat dengan SE Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (Menpan-RB)Nomor 08 tahun 2021. Larangan itu berlaku sejak tanggal 6 Mei sampai 21 Mei 2021. Melalui ketentuan tersebut, pengawasan terhadap ASN harus dioptimalkan Sehingga, dipastikan tidak ada ASN yang pulang kampung ke daerah masing-masing.

Bahkan, ASN yang berasal dari luar Madura akan dipantau khusus. Sebab, mereka juga tidak diperkenankan mengajukan cuti selama Wabah Covid-19. Bila perlu, pemerintah akan melakukan penetapan sanksi jika ada ASN yang melanggar edaran. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan, Minggu (02/5/2021).

Menurutnya, larangan mudik akan dilakukan secara berjenjang. Mulai dari pemerintah pusat hingga Pemprov Jatim. Sehingga pemerintah daerah pun harus optimal menggalakkan adanya larangan tersebut. “Yang pasti kebijakan ini akibat Wabah Covid-19 yang belum selesai. Akibatnya, kami mau tidak mau harus mengeluarkan SE sesuai keputusan pemerintah pusat,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan, sesuai SE sudah jelas ASN siapapun tidak boleh keluar daerah. Khususnya keluar Madura. Namun, untuk ASN yang pulang ke kabupaten lain di Madura diberi toleransi oleh pemerintah. Bahkan, semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) wajib memantau bawahannya. Sehingga dipastikan tidak ada ASN yang bertugas di Sampang pulang ke luar Madura.

“Seluruh pimpinan OPD tidak diperbolehkan menandatangani surat cuti. Kami berharap adanya larangan ini bisa menekan penyebaran virus Covid-19. Dengan demikian, diharapkan tidak ada klaster baru. Dan, kami berharap semua ASN bisa mematuhi aturan SE ini,” tegasnya.

Disinggung mengenai, ASN yang melakukan perjalanan dinas ?, Pihaknya mengaku ada rekomendasi khusus. Salah satunya, mendapatkan persetujuan dari pimpinan OPD setempat. “Mereka bisa mengantongi surat tugas yang disetujui pimpinan setempat. ASN bersama keluarganya dilarang bepergian. Meskipun ke Surabaya. Kecuali hanya untuk bepergian di wilayah Madura kami masih memberi toleransi,” tukasnya. (man)

 

Komentar

News Feed