Larang Cabor Kelola Dana Bupati Cup, Disporabudpar Sampang Dikritik

News78 views

KABARMADURA.ID | SAMPANGTahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang berencana menggelar Bupati Cup. Kompetisi multievent itu dianggarkan sebesar Rp500 juta. Anggarannya telah disetujui oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Sampang.

Hal itu disampaikan oleh Staf Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Mas’udi. Disporabudpar Mohammad Mas’udi. Pelaksanaannya akan dimulai di bulan Juli ini hingga beberapa bulan ke depan.

“Ada cabor (cabang olahraga, red) yang akan mulai melaksanakan kompetisi di bulan Juli ini tanggal 25,” ucapnya.

Mas’udi menjelaskan, Bupati Cup akan menjadi ajang pencarian bibit baru. Teknis pelaksanaan kompetisinya akan dipasrahkan kepada masing-masing pengurus cabor. Cabor yang melaksanakan kompetisi ialah cabor yang tahun ini tidak mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Baca Juga:  Sebagian SD di Pamekasan Menunggu ANBK Gelombang IV

Jadwal kegiatannya pun dipasrahkan kepada masing-masing pengurus cabor. Namun, pendanaan kegiatan Bupati Cup tidak dikelola oleh cabor, melainkan oleh Disporabudpar. Sebab, kata Mas’udi, dana Bupati Cup sumbernya dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Anggaran Bupati Cup tidak bersumber dari dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Sehingga, pertanggungjawaban pengelolaan dananya diampu oleh Disporabudpar Sampang. Karena itu, cabor tidak diberi kewenangan mengelola dana Bupati Cup.

“Teknis pelaksanaannya di cabor, tapi pertanggung jawabannya di Disporabudpar. Karena ini bukan dana hibah. Jadi nanti kami koordinasi dengan cabor,” jelas Mas’udi.

Baca Juga:  Meski Naskah Akademik Disusun Sejak 2018, Perda Ripparkab di Sampang Belum Disahkan

Di lain pihak, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sampang Mahardika Surya Abrianto menilai, Disporabudpar tidak cukup mengerti tentang kebutuhan teknis pelaksanaan Bupati Cup. Sebab, pelaksana teknisnya adalah masing-masing cabor.

Seharusnya, kata pria yang akrab dipanggil Ardi itu, dana Bupati Cup dikelola oleh masing-masing cabor. Dengan begitu, pengurus cabor akan bisa merealisasikannya secara maksimal. Sebab, pengurus cabor dianggap lebih mengerti tentang kebutuhan teknis kegiatan.

“Yang paling mengerti kan cabor. Yang menyelenggarakan juga cabor. Cukuplah nanti cabor mempertanggungjawabkan pengelolaan dananya ke Disporabudpar,” tandasnya.

Pewarta: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *