Larang Fraksi Koalisi Usul Calon, Tatib Pilwabup Pamekasan Harus Direvisi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MENUNGGU TATIB: Pengajuan dua nama calon wabup masih menunggu selesainya revisi tatib pemilihan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Pemilihan wakil bupati (wabup) Pamekasan masih dalam proses perubahan tata tertib (tatib) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan.

Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengatakan, perubahan tatib itu didorong oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM), Biro Hukum Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Biro Administrasi Pemerintahan dan Otoda Provinsi Jatim.

Bacaan Lainnya

“Ada pasal-pasal tertentu yang menyalahi undang-undang yang ada di atasnya,” ungkap Fathor.

Salah satu yang perlu direvisi, yaitu aturan yang memperbolehkan fraksi partai koalisi pengusung pemerintah mengajukan dua nama calon wabup kepada pimpinan DPRD jika bupati tidak kunjung mengusulkan. Hal itu menurutnya menyalahi aturan di atasnya.

“Seharusnya di UU nomor 10 tahun 2016 itu, partai pengusung mengajukan dua nama kepada bupati. Kemudian bupati mengajukan dua nama kepada DPRD,” jelas mantan kepala Desa Poto’an Daya itu.

Mengenai agenda pemilihan, sebagaimana direncanakan sebelumnya, yaitu bulan Agustus. Sebab pada bulan September, semua pihak akan disibukkan dengan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak.

Mengenai kendala yang selama ini mengiringi, yaitu belum terbitnya surat keputusan (SK) pemberhentian mendiang Raja’e sebagai wabup dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Namun, sejak beberapa pekan yang lalu, pihaknya telah menerima SK tersebut.

“Target bulan enam sudah selesai semua. Jadi bulan tujuh kita mempersiapkan tahapan-tahapannya. Mulai pendaftaran, penyampaian visi-misi dan pemilihan pada bulan delapan,” jelasnya.

Sedangkan Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) Pamekasan Heru Budi Prayitno sebagai juru bicara partai koalisi mengatakan, pihaknya akan mengajukan dua nama sebagai calon wabup setelah tatib selesai direvisi dan panitia pemilihan (panlih) sudah detail.

Menurutnya, standar figur calon wabup harus memiliki wawasan kebangsaan yang cukup bagus. Namun lebih dari itu, pihaknya mengaku akan mengikuti keinginan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, karena sejatinya, wabup dipilih untuk membantu pekerjaannya.

“Kami sudah melakukan pendalaman. Tinggal nanti bupati bagaimana yang mau memakai,” tukas Heru. (ali/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *