Layanan Ditutup, Antrian Haji di Kemenag Sumenep Terancam Bergeser

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) PANDEMI: Layanan pendaftaran haji di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep lumpuh akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. 

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep tidak memberikan pelayanan terhadap pendaftaran haji. Hanya saja, tidak disosialisasikan. Sehingga, banyak warga berdatangan untuk mengurus pendaftaran haji.

Bacaan Lainnya

Kasi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Sumenep Innani Mukarromah mengaku, hampir setiap hari ada yang datang untuk melakukan pendaftaran. Tidak terkecuali warga kepulauan, yang memang diberi keistimewaan agar berkas-berkasnya dititip terlebih dahulu. “Langsung kami tulis pamflet pemberitahuan pendaftaran haji ditutup yang ditempel di depan pintu. Ada yang pulang atau balik, setiap hari ada yang datang kesini,” ujarnya, Kamis (29/7/2021).

Menurutnya, penutupan layanan pendaftaran haji dilakukan sejak penerapan PPKM darurat Jawa-Bali pada 3 Juli 2021 lalu hingga tanggal 20 kemarin. Penutupan layanan akan mempengaruhi terhadap antrian pemberangkatan haji. Dari semula 32 tahun bisa bergeser setahun dan dua tahun, yakni 33 tahun hingga 34 tahun

Selain itu, akibat wabah Covid-19 ini, pendaftar jamaah haji juga menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu, terhitung 3 ribu pendaftar. Sedangkan tahun ini, masih berkutat diangka 500 orang. Pada umumnya, pendaftar jamaah haji setiap bulan mencapai 100 orang, saat ini menurun drastis hanya 50 pendaftar.

“Otomatis itu berdampak pada lama antrian, mau bagaimana lagi, itu sudah keputusan atau himbauan pusat,” imbuhnya.

Meski demikian, pihaknya mengimbau agar calon jamaah haji (CJH) tidak melakukan penarikan biaya pendaftaran haji. Sebab, akan berimbas pada nomor urut pemberangkatan haji. “Soalnya berpengaruh pada jatahnya nanti. Bisa gagal berangkat lagi tahun depan jika diambil. Misalnya, khawatir karena lanjut usia bisa dialihkan kepada ahli waris untuk meneruskan ibadah hajinya,” tukasnya.  (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *