Layanan Kunjungan Perpusda Ditutup, Disperindag Pamekasan Tunda Relokasi Pedagang Cegah Penyebaran Covid-19

  • Whatsapp
(KM/ ALI WAFA) SEPI: Pelayanan kunjungan perpustakaan di Pamekasan ditutup untuk sementara waktu demi mecegah mewabahnya pandemi covid-19.

Kabarmadura.id/Pamekasan–Demi mengikuti imbauan pemerintah untuk menghindari tempat-tempat keramaian selama masa waspada covid-19, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Pamekasan menutup layanan perpustakaan bagi pengunjung untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan, lantaran jumlah pengunjung perpustakaan daerah tidak kunjung berkurang, meski pemerintah telah memerintahkan untuk melakukan physical distancing atau jaga jarak fisik bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Pustakawan DPK Pamekasan Kusairi. Menurutnya, beberapa hari pasca imbauan pemerintah kepada seluruh masyarakat Pamekasan untuk menghindari tempat-tempat keramaian,  pengunjung perpustakaan malah tetap normal tanpa ada penurunan.

Diungkapkannya, setiap harinya ada sekitar 400 pengunjung yang memadati ruang baca perpustaan. Oleh karena itu, pihaknya mengambil kebijakan untuk menutup layanan perpustakaan demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kunjungan perpustakaan ditiadakan, karena tingkat kunjungan yang cukup banyak seperti hari-hari biasanya, yakni di kisaran 400 hingga 450 pengunjung setiap harinya,” ucapnya, Minggu (29/3/2020).

Dilanjut olehnya, setelah diterbitkannya imbauan oleh pemerintah untuk menghindari keramaian, masyarakat terutama kalangan anak muda masih sering ditemukan berkumpul di area perpustakaan, seperti di area parkir dan gazebo. Hal itu terjadi, lantaran layanan internet perpustakaan yang masih aktif, sehingga masyarakat tetap berkumpul di sekitar perpustakaan untuk memanfaatkan layanan internet.

Oleh karena itu, pihaknya mengambil kebijakan untuk juga menutup layanan internet perpustakaan untuk sementara waktu, agar masyarakat berhenti berkumpul di daerah sekitar perpustakaan.

Kendati layanan pengunjung ditutup, Kusairi memastikan, masyarakat masih bisa mengakses layanan perpustakaan secara online melalui Digital Library E-Maos Pamekasan. Dengan begitu masyarakat masih bisa menikmati layanan perpustakaan dan membaca koleksi buku Perpusda Pamekasan yang tersedia secara online.

“Layanan internet baru ditutup sejak tanggal 22 Maret karena dari tanggal 16 hingga 21 Maret pengunjung perpustakaan masih banyak terlihat nimbrung di area parkir dan gazebo,” tukasnya.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan, kembali menunda jadwal relokasi 400 pedagang Pasar Pakong ke lokasi baru yang telah dibangun pada tiga tahun lalu itu,  untuk menekan penyebaran pandemi covid-19.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Disperindag Pamekasan Imam Hidajad, gagalnya relokasi sekitar 400 orang pedagang ke kios baru disebabkan adanya pandemi covid-19. Oleh sebab itu, pihaknya mengambil keputusan untuk melakukan penundaan relokasi pedagang hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.

Dia menjelaskan, pembatalan untuk relokasi pedagang sudah disampaikan kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, untuk kemudian bisa dipahami dengan adanya wabah yang sedang melanda.

“Ini terkait situasi pandemi covid-19, karena berpotensi timbulnya kerumunan massa yang tidak ada hungngannya anatara penjual dan pembeli,” ungkapnya, Minggu (29/3/2020).

Pada dasarnnya, pihaknya menyadari betapa pentingnya menjaga stabilitas masyarakat yang ingin berjualan dan belanja di pasar tradisional itu, namun yang rencananya akan direlokasi pada tanggal 30 Maret 2020 tidak bisa terlaksana akibat pandemi covid-19.

“Kami nunggu situasi yang aman dulu untuk relokasinya,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Rida’i menyampaikan, pihaknya sepakat atas penundaan relokasi pedagang Pasar Pakong itu atas alasan keselamatan. Namun demikian, pihaknya berharap relokasi pedagang bisa segera dilakukan apabila kondisi sudah mulai membaik.

“Untuk sementara prioritas kami untuk mengurangi potensi mengumpulkan orang banyak agar bisa terhindar dari virus corona,” pungkasnya. (km53/rul/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *