oleh

Lebih Dekat dengan Sosok Kepala Seksi Bimas Islam Sumenep Abd. Asiz

Kabarmadura.id/Sumenep-Berkat pandai berkhidmat dan ikhlas beramal serta tidak lupa mengabdi pada kedua orang tua, utamanya ibu, membuat Kepala Seksi Bimas Islam Sumenep Abd. Asiz memiliki arti khusus dalam kesuksesan yang direngkuh saat ini. Selain itu, dia tidak pernah berhenti mengabdi pada guru, ibu, dan senantiasa berdo a pada sang Khaliq.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Siapa yang tidak kenal dengan Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sumenep Abd. Asiz, Seluruh pejabat tinggi di lingkungan Kabupaten Sumenep terutama organisasi perangkat daerah (OPD) akrab dengannya.

Siapa sangka, pria kelahiran asli Kabupaten Sumenep, 3 Mei 1962 itu, memiliki masa depan yang cerah. Berkat ketekunan dan kepatuhannya terhadap kedua orang tua, utamanya ibu, kini dia menjadi sosok penting di Kantor Kemenag Sumenep.

Pria yang tingga; di Jalan Nanas III/RO.14 Perum BSA Sumenep ini,. Tetap tidak lepas dari syukur. Baginya, bekerja adalah ibadah. Prinsip itu dia pegang hingga saat ini.

Di usia mudanya, Asiz menjadi anak yang tekun bekerja dan senang membantu orang tuanya Misalnya bertani, beternak. Hal itu dia pertahankan hingga saat ini. Bahkan, setiap berangkat beraktivitas, tidak lupa mencium tangan ibunya serta ayahnya.

“Menjadi insan yang lebih dan berbakti kepada kedua orang tua adalah kunci keauksesan di masa depan,” katanya, Selasa (7/1/2020).

Selain itu, dia tidak melupakan pentingnya pendidikan. Ayahandanya, Moh. Nasir, adalah seorang pensiunan ASN. Sedangkan ibundanya bernamnya almarhum Suaina.

Dia mengenyam pendidikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Arjasa I Kecamatan Arjasa, lulus tahun 1976 dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Filiyal Arjasa Sumenep, lulus tahun 1979.

Setelah lulus SMP, Asiz melanjutkan pendidikan Sekolah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) PGAN Pamekasan dan lulus tahun 1982. Kemudian melanjutkan ke bangku kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya lulus 1988.

Setelah lulus S1, dia melanjutkan S2 di Universitas WR. Supratman Surabaya dan lulus tahun 2012. “Itu perjuangan selama di pendidikan,” ujarnya

Pendidikan nonformal juga banyak mengiringi karirta, seperti ikut Diklat Kualitas KUA, Diklat Barjas, Diklat atu Bimtek, Diklat Bimwin.

Suami dari Rumiyatin ini dikaruniai dua buah hati. Anak pertama bernama Ahmad Najmil Azmiy dan anak kedua benama Ahmad Nabil Ramdlani.

Sebelum diangkat menjadi ASN, Asiz aktif di berbagai organisasi, seperti Nahdlatul Ulama’ (NU) Cabang Kangayan hingga saat ini, Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama’ (IPNU) tahun (1980-1982) hingga menjadi ketua Cabang IPNU Pamekasan.

Organisasi kemahasiswaan juga pernah dijalani,  yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indoneaia (PMII) Cabang Surabaya pada masa Gibernur Jatim Khofifah Indra Prawansa menjabat sebagai ketua Cabang PMII Surabaya.

Karirnya melejit setelah diangkat sebagai ASN pada tahun 1994. Dia pernah menjabat sebagai kepala di bebera[a kantor urusan agama (KUA) dari tahun 1998 hingga 2011. Pada tahun 1998-2004 di Kecamatan Sapeken, 2004-2005 di Kecamatan Ambunten, 2005-2009 di Kecamatan Kalianget, 2009-2011 di Kecamatan Paragaan.

Pada tahun 2011-2013, sejumlah jabatan di Kantor Kemenag Sumenep pernah diemban. Mulai dari menjadi kepala seksi Penmas, kemudian kasi PHU/Haji tahun 2014-2017, dan mulai tahun 2017 hingga saat ini menjadi Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Sumenep.

Motivasi menjadi ASN, yakni khairunnas anfaauhum linnas, yakni mengabdi untuk nusa dan bangsa.

“Jejak karir menjadi ASN semuanya berkat do’a dan dukungan kedua orangtua serta dukungan orang lain,” paparnya. (waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed