oleh

Lebih Separuh Puskesmas di Pamekasan Belum Berstatus BLUD

KABARMADURA.ID, Pamekasan -Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan belum bisa mengalih statuskan 11 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas)  ke badan layanan umum daerah (BLUD). Dari 21 puskesmas, hanya ada 10 puskesmas yang sudah berstatus BLUD.

Menurut kepala Bidang (kabid) Pelayanan Masyarakat (Yankes) Dinkes Pamekasan Dr. Saifuddin, mengatakan 10 puskesmas sudah menjadi BLUD pada tahun 2019. Sedangkan sisanya  saat ini masih dilakukan pendampingan untuk bisa menjadi BLUD.

“10 puskesmas sudah dilaksanakan pada tahun lalu, tetapi masih  melengkapi peraturan bupati (perbup) dan kesiapan teknis terkait dengan membuat rencana bisnis, bagaimana membuat perencanaan strategis selama 5 tahun,”paparnya, Selasa (20/10/2020).

Dijelaskannya, untuk 10 puskesmas yang sedang dipersiapkan menjadi BLUD masih sekitar 60 persen. Sebab ada beberapa aspek yang perlu disiapkan, salah satunya  harus berstandar pelayanan minimal (SPM.

Yakni, ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar minimal yang merupakan urusan pemerintah wajib setiap warga Negara. “Tim BLUD tidak hanya Dinkes, dari bidang hukum, dari sekretariat dari BKD, tetapi pada dasarnya kami yang mengurus secara keseluruhan karena puskesmas ada di kami,”ujarnya.

Ditambahkan pada dasarnya, BLUD bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada puskesmas dalam mengelola puskesmas secara fleksibel. Sehingga program lainnya bisa lebih terarah dan bisa dipertanggung jawabkan penuh oleh masing-masing puskesma.

“Kalau pengelolaan anggaran fleksibel, nanti pengelolaan programnya bisa dikelola dengan mudah,” pungkasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Ainul Yakin menginginkan, untuk proses BLUD bisa segera diselesaikan. Sebab hal itu akan berpengaruh kepada pelayanan kesehatan di masing-masing puskesmas.

“Tolong bisa diproses dengan cepat, agar masyarakat bisa terlayani dengan baik,” sarannya. (rul/ito)

Komentar

News Feed