Legislatif Bangkalan Desak PT. Adiluhung Keluarkan CSR

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH. IMRON) PELIT: Legislatif desak PT. Adiluhung untuk mengeluarkan CSR kepada warga yang terdampak.

KABARMADURA.ID, Bangkalan -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan terus menyorot soal realisasi dana corporate social responsibility (CSR). Legislator mendesak kepada sejumlah perseroan terbatas (PT) agar segera  mengeluarkan tanggung jawab sosial tersebut.

Anggota Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan H. Musawwir menyebutkan, jika saat ini banyak perusahaan yang tidak mengeluarkan CSR kepada warga terdampak, Bahkan tercatat hanya ada dua perusahaan yang melaporkan kalau sudah mengeluarkan CSR kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat.

Bacaan Lainnya

“Sangat miris sekali ketika masih ada perusahaan yang enggan mengeluarkan CSR, itu sudah kewajiban,” tegasnya.

Ditegaskan Musawwir, diantara perusahaan yang sangat mencolok tidak mengeluarkan CSR yakni PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia (ASSI). Hal itu diperkuat dengan adanya laporan dari warga kepada legislatif terkait CSR tersebut. Bahkan pihaknya sudah sempat memanggil yang bersangkutan untuk diminta penjelasan, serta menekankan agar segera mengeluarkan kewajibannya kepada warga terdampak.

“Kalau untuk PT Adiluhung kemarin kami sudah panggil, dan dari pihak PT Adiluhung sudah berjanji mengeluarkan, mereka meminta kepada warga agar segera membuat proposal pengajuan CSR agar tahun 2021 biasa dicairkan, sementara kalau untuk 2020 tidak mungkin karena sudah akhir tahun,” katanya. Senin (9/11/2020)

Selain itu, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu  berjanji akan terus memantau sampai PT Adiluhung itu benar-benar mengeluarkan CSR. Pihaknya berjanji apabila nanti tidak sesuai dengan perjanjian, maka legislatif akan bertindak tegas dengan melaporkan perusahaan tersebut untuk pencabutan izin operasionalnya.

“Semua perusahaan itu harus mengeluarkan CSR, karena itu bagian dari kewajibannya. Makanya nanti akan kami pantau terus. Saya berharap nanti CSR itu bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Arip Rosyadi warga yang berdekatan dengan perusahaan PT Adiluhung mengaku jika sampai saat ini belum ada pembahasan CSR. Bahkan tidak ada pemberitahuan dari perusahaan tersebut terkait pengajuan CSR tersebut.

Ngak ada mas, mana ada PT Adiluhung nyuruh buat proposal pengajuan CSR. Itu hanya omong doang,” tegas dia.

Terpisah, salah satu pegawai PT Adiluhung Toni, enggan memberikan tanggapan terkait CSR tersebut, Bahkan ketika dihubungi melalui saluran seluler pribadinya tidak ada respon. (km57/mam)

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *