oleh

Legislatif Bangkalan Ingin Pastikan Hasil Akhir Pemangkasan BPID

Kabarmadura.id/Bangkalan-Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan berencana memanggil Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Sebab, batas waktu penyerahan data pasti jumlah penerima Bantuan Penerima Iuran Daerah (BPID) Bangkalan, adalah jatuh pada Kamis (20/1/2020).

Sebab, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengungkapkan, untuk mengetahui hal tersebut, perlu dipastikan bahwa data hasil survei telah selesai. Alasannya,  komitmen awal Dinkes bersama kepala puskesmas (kapus) di Bangkalan, penyelesaian survei BPID sudah pada 17 Februari lalu.

Namun, karena pada tanggal tersebut belum semua puskesmas menyetor data, Dinkes memberikan toleransi hingga hari ini, Kamis (20/1/2020).

“Besok (hari ini, red) kami ingin pastikan hasil survei-nya seperti apa. Karena komitmennya kan tanggal 17 kemarin. Tanggal 20 hasilnya sudah harus diketahui dan dikirim ke BPJS,” ujarnya, Rabu (19/2).

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyampaikan, ada 4 kriteria yang disurvei. Empat kriteria tersebut yakni masyarakat BPID yang meninggal, pindah domisili, pra-sejahtera dan sejahtera. Sedangkan, yang akan tetap mendapatkan BPID, kata Nur Hasan, yakni warga yang masuk dalam kategori pra-sejahtera.

“Survei kami berbeda dengan verval, karena verval ada 41 indikator dan itu harus dilakukan oleh Kemensos melalyi Dinas Sosial (Dinsos). Setelah ini rampung, baru kami akan melakukan verval agar data lebih valid lagi,” terangnya.

Berdasarkan dari sampel yang ia terima, perbandingan jumlah penerima BPID yang benar-benar warga tidak mampu dan tidak sangat signifikan, salah satunya yakni di Kecamatan Galis yang memiliki dua puskesmas. Dari hasil survei di salah satu puskesmas, diketahui yang  meninggal sebanyak 42 jiwa, pindah 97 jiwa, pra-sejahtera 71 jiwa dan sejahtera 39 jiwa.

Sedangkan di Puskesmas Galis sendiri, meninggal 75 jiwa, pra-sejahtera 1.324 oramh, sejahtera 840 jiwa dan pindah 84 jiwa.

Jika ditotal, jumlah BPID dari 2 puskesmas tersebut yang meninggal sebanyak 123 jiwa. Penerima yang telah pindah sebanyak 182 jiwa, warga sejahtera 879 jiwa. Sehingga total yang tidak berhak mendapatkan BPID sebanyak 1.177 jiwa. Dibandingkan dengan warga yang masuk pra-sejahtera dan berhak mendapatkan BPID sebanyak 1.395 jiwa dari 2 puskesmas.

“Ini masih 1 sampeak di 1 kecamatan, bayangkan jika di 18 kecamatan. Ada berapa jiwa yang sebenarnya tidak berhak mendapatkan BPID. Kalau dari margin rasionya-kan 40 dan 60 persen,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo saat dikonfirmasi pihak Kabar Madura belum bisa memberikan jumlah hasil survei tersebut. Sebab hingga Rabu, (19/2/2020), hasil rekap belum selesai. Namun menurutnya, semua data hasil surveinya sudah masuk ke email Dinkes.

“Totalnya berapa tunggu besok tanggal 20 saja. Sekarang masih tahap rekap dan semua data dari puskesmas sudah masuk semua dari kemarin,” pungkasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed