Legislatif Bangkalan Minta Sisa Anggaran Covid-19 Dimasukkan dalam Dana Tak Terduga

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) LENGANG: Suasana UGD Rumah Sakit Syamrabu Bangkalan yang tidak ramai karena pasien covid-19

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Realisasi dana refocusing untuk penanganan Covid-19 terus berjalan namun penyerapannya dinilai cukup landai. Sehingga kondisi itu membuat legislatif meminta agar sisa dana dimasukkan dalam dana tak terduga.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan menjelaskan, jika hingga saat ini realisasinya masih 55 persen dari anggaran Bantuan Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp88 miliar. Untuk itu, dia meminta, agar nanti sisanya bisa dimasukkan dalam dana tak terduga.

Bacaan Lainnya

” Saya tidak terkejut jika penyerapan landai-landai saja, berarti wabah Covid-19 di Bangkalan sudah tidak mengkhawatirkan. Jadi sebaiknya ada pos-pos pengalihan anggaran untuk pemulihan ekonomi. Jangan sama sekali tidak ada penyiapan anggaran tidak terduga untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Jika terjadi kemunculan kluster baru, Pemerintah Kabupaten Bangkalan bisa mengambilkan dari dana tidak terduga sisa refocusing anggaran tersebut. Bahkan, dia meminta, agar ada cadangan anggaran untuk penanganan Covid-19 dari dana tidak terduga dengan terencana dan tersistem.

“Sehingga semua kegiatan sudah tercatat secara rinci. Bahwa penyerapan yang kecil ini, mudah-mudahan tren minus pasien Covid-19 menurun,” terangnya.

Dia mewanti-wanti, agar pemkab Bangkalan tidak menyediakan anggaran hanya untuk pemulihan ekonomi saja. Sebab, harus ada antisipasi anggaran untuk penanganan Covid-19 terjadinya sewaktu-waktu kemunculan kluster baru.

“Refocusing itu tidak harus habis, tapi terskema dengan baik untuk apa saja anggarannya,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris daerah (Sekkab) Bangkalan Taufam Zainrinsjah menuturkan, jika realisasi anggaran penanganan clCovid-19 masih terserap 55 persen. Katanya, pembelanjaan lebih banyak seperti alat pelindung diri (APD) dan penanganan Covid-19.

“Kami fokuskan pada realisasi bidang kesehatan, khususnya penanganan Covid-19,” pungkasnya. (ina/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *