oleh

Legislatif dan Ahli Medis Kompak Tidak Sarankan Rapid Test

KABARMADURA.ID, Pamekasan –Beragamnya tarif biaya rapid test di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Pamekasan, dikeluhkan. Bahkan, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Khairul Umam tidak menyarankan rapid test pada warga.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu lagi melakukan rapid test, sebab akurasi rapid test untuk saat ini masih diragukan. Bahkan menurutnya, rapid test sudah tidak menjadi indikator dalam penentuan diagnose pengidap Covid-19.

Dirinya mengatakan, saat ini pemerintah telah menyarankan pada masyarakat yang hendak ingin memeriksakan kesehatannya dari gangguan wabah Covid-19 untuk melakukan tes swab. Di samping tarif rapid test yang cenderung di atas standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, rapid test sudah tidak lagi menjadi indikator.

“Rapid test sekarang itu sudah tidak lagi menjadi indikator, itu dari kementerian kesehatan,” ungkapnya, Rabu (30/1/2020).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Rumas Sakit Umum Daerah dr. H. Slamet Martodirdjo (RSUD SMart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat membenarkan pernyataan Khairul Umam.

Menurutnya, melalui peraturan Kemenkes revisi ke 5, Kemenkes telah menerangkan bahwa rapid test saat ini sudah tidak bisa dijadikan indikator dalam penentuan pasien Covid-19. Menurutnya, rapid test tidak bisa memunculkan diagnosa apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

Sebab rapid test tidak dapat membaca virus dalam tubuh. Rapid hanya bisa membaca anti bodi dalam tubuh. Menurutnya, setiap orang yang melakukan rapid test bisa saja negatif meski virus sudah masuk.

“Karena antibody dalam tubuh belum terbentuk. Jadi tidak terbaca sehingga terlihat negatif, padahal belum tentu,” ujarnya. (ali/pin)

Komentar

News Feed