oleh

Legislatif Desak Pemkab Kreatif dalam Tingkatkan Pendapatan

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pamekasan setiap tahunnya masih stagnan. Padahal sejumlah kebijakan dan program pemerintah sudah digenjot untuk bisa meningkatkan sumber PAD. Namun hal itu dinilai belum optimal. Untuk itu, legislatif mendesak agar pemkab lebih kreatif untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi. Pendapatan daerah yang stagnan sangat berimbas terhadap realisasi program pemerintah, khususnya yang berkenaan dengan kesejahteraan rakyat.

Selama beberapa tahun terakhir menurut pengamatan Hosnan, kondisi keuangan daerah tidak mengalami peningkatan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni di Pamekasan belum beranjak dari angka Rp1,7 triliun. Kemudian meningkat menjadi Rp2 triliun pasca APBD Perubahan ditetapkan.

Sementara belanja wajib seperti belanja pegawai setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data realisasi APBD tahun 2018, belanja wajib  untuk pegawai mencapai 90,41 persen dari total APBD. Sementara untuk anggaran yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat hanya berkisar 26,22 persen.

Dengan demikian, dapat dilihat jika realisasi anggaran yang bersentuhan dengan program-program kesejahteraan masyarakat masih sangat rendah. Hal itu tidak lepas dari minimnya anggaran yang dimiliki Pemkab Pamekasan.

“Sudah saatnya pemkab lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan,” katanya, Minggu (14/4).

Lebih lanjut politikus senior dari PAN itu mengatakan, pengelolaan sumber daya yang dimiliki daerah belum dilakukan secara optimal. Akibatnya, keuangan daerah masih harus bergantung penuh terhadap pemerintah pusat.

Padahal menurutnya, banyak sektor yang bisa dimanfaatkan pemerintah kabupaten untuk bisa mengangkat pendapatan. Seperti halnya sektor pariwisata dan pengelolaan sumber daya alam. Sehingga, pendapatan daerah tidak hanya terpaku pada sektor pajak dan retribusi saja.

“Inovasi harus dilakukan agar pendapatan tidak bertumpu pada satu sektor saja,” desaknya.

Sementara itu Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, realisasi APBD tahun 2018 masih mengadopsi terhadap program kerja pemerintahan yang lama. Dirinya berjanji, setelah Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berisi program kerja, serta visi misinya selama lima tahun ke depan, realisasi APBD akan menampung setiap atensi yang disampaikan oleh para wakil rakyat.

“Nanti setelah RPJMD kita selesai baru tuntas semuanya,” tandasnya. (pin/pai)

Komentar

News Feed